"Satelit Phobos-Grunt akhirnya dinyatakan jatuh di atas Samudera Pasifik oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada 16 Januari 2012 sekitar pukul 00.23 WIB," demikian diinformasikan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dalam situsnya, http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/ pada Senin (16/1/2012).
LAPAN menambahkan kabar ini telah dikonfirmasi oleh Markas Komando Strategis Amerika Serikat (USSTRATCOM) dan lembaga antariksa Rusia, Roscosmos. Keduanya mensinyalir Phobos-Grunt jatuh di Samudera Pasifik pukul 00.00-00.47 WIB. Namun sejauh ini belum ada yang melihat serpihan pesawat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Phobos-Grunt telah jatuh ke Samudera Pasifik," ujar Alexei Zolotukhin, seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip dari Ria Novosti. Dia menambahkan pesawat itu jatuh di sekitar 1.250 km sebelah barat Pulau Wellington.
Sebelumnya Roscosmos juga merilis peta perkiraan potensi jatuhnya Phobos-Grunt, yakni di tengah Samudera Atlantik. Lembaga antariksa ini juga memperkirakan ada 20-30 potongan Phobos yang total beratnya mencapai 2 kuintal kemungkinan masih utuh saat jatuh. Sebelumnya dikhawatirkan juga adanya kandungan kimia dari bahan bakar pesawat yang akan turut masuk ke Bumi.
"Mereka mengatakan sejak awal bahwa tangki bahan bakar terbuat dari aluminium," kata ilmuwan NASA kepada space.com, Nick Johnson.
"Aluminium jarang yang masih utuh saat masuk kembali ke Bumi, jadi tidak ada alasan untuk mengkhawatirkannya," imbuhnya.
Pesawat ini diluncurkan di Moskow pada 9 November 2011 lalu. Peluncuran sebenarnya berjalan lancar, tetapi salah satu mesin untuk memastikan Phobos-Grunt tetap pada jalurnya dalam perjalanan ke Mars, tak berfungsi. Pesawat tanpa awak ini sedianya mempunyai misi mengambil sampel di Phobos yang merupakan bulan milik Mars.
(vit/nrl)











































