Pantauan detikcom, Senin (16/1/2012), memang rambu telah terpasang di titik pengerjaan. Di titik pengerjaan itu ditancapkan beberapa buat kayu, lalu kemudian sekelilingnya ditutupi spanduk. Dari spanduk tersebut tertulis pekerjaan itu adalah proyek PLN yang dikerjakan oleh PT Persada Priyatna. Namun, tetap saja proyek ini mengganggu pengguna jalan terlebih lagi saat ini Jakarta tengah memasuki hujan turun.
Di bagian yang telah selesai dikerjakan, terlihat sekali bekas galian diaspal seadanya. Akibatnya jalan itu kembali rusak karena tergerus air hujan dan lindasan kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya memang kalau penggantian kabel itu memang ada. Pemeriksaan, pengecekan. Tapi saya tidak hafal apakah yang di Mampang-Warung Buncit itu pekerjaan PLN atau bukan," terang Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, kepada detikcom, Senin (16/1/2012).
Bambang menjelaskan, terkait masalah teknis seperti itu telah menjadi tanggung jawab wilayah masing-masing. Kantor pusat lanjutnya, hanya bertugas mempertimbangkan pengajuan anggaran yang dibutuhkan untuk biaya perbaikan dan perawatan.
"Kalau pengerjaan seperti itu kewenangan dari wilayah. Kalau melaporkan ke kita pasti, karena mereka mengajukan anggaran. Sedangkan teknisnya itu kewenangan mereka, karena ada SOP dan mereka yang lebih paham situasi dan kondisi," jelasnya.
Entah kebetulan atau tidak, proyek-proyek perbaikan seperti ini umumnya sering dilakukan di ujung tahun. Hal itu harusnya justru dihindari, mengingat musim hujan selalu melanda akhir tahun mengakibatkan mobilitas warga jadi terganggu akibat pengerjaan itu.
Namun, Bambang membantah jika proyek itu adalah proyek dadakan akhir tahun. Menurutnya PLN dengan asetnya yang cukup banyak melakukan perawatan secara bergilir.
"Kalau ada istilah menghabiskan anggaran itu nggak ada. Kalau masalah waktu, ya secara umum itu kebutuhan itu sepanjang tahun. Aset kita kan banyak, dan PLN melakukan pemeliharaan, sepanjang tahun di lokasi yang berbeda dari awal tahun. Dan kebetulan saja yang di Warung Buncit kenanya sekarang," ungkap Bambang.
Bambang menjamin proyek yang dikerjakan PLN tidak akan merugikan pengguna jalan. Jika pun ada kontraktor yang tidak melaksakan tugasnya dengan baik, PLN akan menindak tegas.
"Mereka sudah punya spek pekerjaan. Kita akan kembalikan kondisi jalan seperti semula dan tidak merugikan jalan. Dan kalau pun pihak ketiga tidak bekerja sesuai standar maka akan kita tuntut dan tidak kita bayar. Bisa juga sampai dihentikan menjadi rekanan," tandasnya.
Seorang pekerja proyek yang ditemui di lokasi pekerjaan mengatakan, untuk satu titik dibutuhkan waktu lima sampai tujuh hari untuk menyelesaikan pengecekan. Pria yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan perawatan seperti ini menang rutin dilakukan 15 tahun sekali.
"Tapi kita akan aspal lagi kok seperti semula," kata pria itu.
(lia/mok)











































