Memang dalam hal pemeliharaan jalan di Jakarta, agaknya sedikit sulit untuk dimintai pertanggung jawaban. Sebab jalan-jalan di Jakarta, memiliki dua penanggung jawab yaitu pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum.
Khusus di daerah, Dinas PU membuka posko pengaduan jalan rusak. Sayangnya jumlah pelapor sangat sedikit jika dibanding titik kerusakan jalan yang merusak pandangan mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di bulan Desember lalu (2011) ada 9. Sedangkan sejak awal Januari sampai tanggal 13 Januari lalu, ada 15 pengaduan," kata petugas operator posko pengaduan jalan rusak Dinas PU DKI Jakarta, Ade, kepada detikcom, Senin (16/1/2011).
Mennurut Ade, jalan rusak yang dilaporkan tidak hanya terjadi di jalan-jalan lingkungan saja. Jalan-jalan protokol yang harusnya memiliki kualitas aspal yang baik nyatanya tidak luput dari lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan khususnya penunggang sepeda motor.
"Laporan yang masuk, jalan berlubang yang menggangu, jalan bergelombang. Tapi rata-rata tidak disampaikan kerusakannya seperti apa," katanya.
Data yang disampaikan ini, lanjut Ade akan mereka catat. Untuk kemudian diteruskan ke bidang yang berwenang menangani kerusakan ini.
"Jadi tidak tahu berapa yang sudah diperbaiki," elaknya saat ditanya sudah berapa banyak pengaduan yang direspon.
Posko pengaduan ini dibuka 24 jam. Warga Jakarta bisa komplain ke nomor 021-3844444 jika menemukan jalan berlubang atau bergelombang agar segera ditangani. Karena ini akan membahayakan kenyamanan dalam perjalanan Anda.
Berikut beberapa data jalan rusak berdasarkan laporan warga yang masuk ke posko.
-Di kawasan jembataan layang Pasar Senen
-Jalan Taman Mutiara Prima, Kebon Jeruk
-Kawasan Pondok Indak Kartika Utama
-Jalan Baru Cilincing
-Jalan Pluit Timur
-Jalan Kartini Raya Cempaka Putih
-Jalan Brigit
-Jalan Batu Putih arah Pondok Indah
-Jalan Balai Pusataka
-Jalan Raya Condet
-Jalan Gatot Subroto
-Jalan Pemuda
-Jalan Cilincing
-Jalan Raya Bogor
-Jalan Raya Semangka
-Jalan Raya Labu
-Jalan TB Simatupang
-Jalan Mayjen Sutoyo
-Jalan Sudirman depan Ratu Plaza (bekas galian saluran air)
-Jalan Yos Sudarso
Dalam kesempatan lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, pihaknya berjanji memperbaiki kondisi jalan yang berlubang tersebut. Hanya saja, hujan yang mengguyur setiap hari membuat proses pengeringan dan pengerasan tidak bisa berjalan optimal.
"Karena belum apa-apa sudah basah lagi, dan dilintasi kendaraan lagi. Kan nggak mungkin kendaraan kita halangi untuk lewat," jelas Fauzi usai mengunjungi Pintu Air di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
(lia/mok)











































