Wuih! Ketatnya Pengamanan di Penjara Surabaya

Wuih! Ketatnya Pengamanan di Penjara Surabaya

- detikNews
Senin, 16 Jan 2012 02:12 WIB
Wuih! Ketatnya Pengamanan di Penjara Surabaya
Surabaya - Penjara adalah tempat bagi para narapidana menjalani masa hukumannya. Jadi memang sudah selayaknya tempat ini mendapat penjagaan ekstra ketat. Tidak boleh, siapa pun juga, dapat dengan mudah menemui para tahanan.

Kondisi inilah yang diterapkan oleh Penjara Klas I, Surabaya. Detikcom bersama rombongan dari Ditjen Pemasyarakatan, Kamis (12/1) lalu, berkesempatan melihat langsung proses pemeriksaan di tempat ini.

Sebuah papan pengumuman yang berisi tata tertib untuk petugas dan pengunjung lapas, menyapa rombongan di pintu gerbang. Melewati gerbang, setiap pengunjung akan langsung digeledah badannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Segala alat komunikasi, diharamkan bisa masuk ke dalam penjara. Pengunjung wajib menitipkan seluruh alat komunikasinya di loket yang telah disediakan.

Lapas ini sendiri menyediakan tempat penggeledahan khusus wanita dan pria. Usai penggeledahan, pengunjung, tanpa terkecuali, harus melewati x-ray. Alat ini mulai diberlakukan sejak Desember tahun lalu.

Pengunjung pun, lagi-lagi harus diperiksa dengan body detector. Setiap makanan yang dibawa, akan diperiksa secara teliti oleh petugas.

Jangan harap sendok atau garpu yang terbuat dari besi bisa masuk ke dalam penjara. Pihak lapas akan menyediakan sendok yang terbuat dari plastik.

"Karena kan bisa diruncingin dan dijadikan senjata tajam. Intinya semua bentuk logam tidak diizinkan dibawa masuk," terang Kasi Kamtib Lapas ini, Eduard Sumitro.

Bukan hanya itu, obat-obatan yang dibawa dari luar pun akan ikut disita. Menurut Eduard, pengunjung cukup membawa resep dokter yang nantinya akan dicarikan oleh Poliklinik lapas.

Usai itu, baik sepatu maupun sandal yang dipakai pengunjung, wajib disimpan. Pihak lapas akan memberikan sandal yang telah disediakan.

"Kita jaga segala kemungkinan, siapa tahu ada yang disimpan di dalam sepatu," jelasnya.

Metode ini sendiri sudah dilaksanakan sejak dua tahun lalu. Eduard berharap, dengan ketatnya proses pemeriksaan, membuat pengunjung penjara berpikir dua kali untuk bisa menyusupkan sesuatu.
(mok/lia)


Berita Terkait