Pleno Dilanjutkan, Penjagaan Gedung KPU Diperketat
Senin, 26 Jul 2004 16:39 WIB
Jakarta - Setelah diskors beberapa lama setelah ada ledakan, KPU kembali melanjutkan rapat plenonya untuk menetapkan hasil penghitungan pemilihan presiden (pilpres) putaran pertama. Penjagaan di kantor KPU tampak diperketat. Pleno KPU dimulai kembali pada pukul 15.45 WIB, Senin (26/7/2004). Ruang rapat pleno tidak mengalami perubahan, tetap dilaksanakan di lantai dua, kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Sidang yang dipimpin anggota KPU Rusadi Kantaparwira ini juga dihadiri para saksi tim sukses masing-masing capres. Saat dibuka kembali, pleno sama sekali tidak menyinggung mengenai ledakan di kantor KPU yang terjadi pada pukul 12.55 WIB. Rapat pleno lanjutan memperlihatkan seakan tidak terjadi apa-apa di kantor KPU. Para saksi juga langsung mempermasalahkan ketidaksingkronan mengenai penghitungan suara di TPS-TPS. Sampai berita ini diturunkan, pleno sudah berhasil mengesahkan rekapitulasi provinsi Jatim yang pengesahannya ditunda sejak Sabtu (24/7/2004) lalu dengan mencocokkan data dari Malang, Ngawi, dan Kediri. Di ruang rapat pleno, situasi juga tampak biasa saja. Pengamanan Diperketat Hanya saja, situasi di halaman kantor KPU tampak berbeda dengan hari biasa. Polisi masih berjaga-jaga, meski Tim Gegana dan Puslabfor Polri sudah meninggalkan lokasi. Penjagaan juga tampak diperketat. Kali ini, pemeriksaan dengan metal detector dilakukan secara berlapis. Bahkan sejak dari pintu pagar, pengunjung KPU sudah diperiksa dan digeledah. Bagi siapa saja, termasuk wartawan, yang tidak mengenakan ID yang dibuat KPU dilarang masuk. Setelah diperiksa di pagar, pengunjung juga diperiksa dengan metal detector di pintu masuk gedung. Barang bawaan juga digeledah. Penjagaan super ketat ini untuk mengantisipasi terjadinya ledakan susulan seperti yang terjadi sebelumnya, pukul 13.55 WIB di toilet wanita di lantai satu. Sebelumnya, Tim Gegana juga telah menyisir gedung KPU dan telah dinyatakan steril.
(asy/)











































