Dishub DKI: Fly Over Bukan Tempat Pacaran

Dishub DKI: Fly Over Bukan Tempat Pacaran

- detikNews
Minggu, 15 Jan 2012 16:06 WIB
Dishub DKI: Fly Over Bukan Tempat Pacaran
Jakarta - Bukan rahasia lagi, beberapa fly over di Ibu Kota Jakarta kerap dijadikan tempat untuk berdua-duan maupun sekadar nongkrong. Belasan pasangan muda-mudi kerap kali memarkir kendaraan roda duanya dan memadu kasih di puncak jalan layang.

Pemandangan tersebut bisa ditemukan setiap sore dan malam hari di fly over Kalibata, Pasar Rebo, Jagakarsa dan lainnya. Namun tiba-tiba, di fly over Kalibata kini sudah terpampang spanduk bertuliskan "Dilarang Pacaran di Sini".

Di spanduk berwarna putih tersebut juga tertera lambang Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya. Namun Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengaku tidak tahu menahu keberadaan spanduk itu. Meski demikian, pacaran di fly over memang terlarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu tidak boleh karena akan mengganggu lalu lintas dan sangat berbahaya. Memang sejak kapan sih fly over jadi tempat pacaran?" ujar Pristono saat berbincang dengan detikcom, Minggu (15/1/2012).

Menurut pria yang akrab disapa Pris ini, dalam SK Menteri Perhubungan No 4 Tahun 1994, 50 meter sebelum dan sesudah fly over, kendaraan dilarang berhenti karena bisa mengganggu lalu lintas.

"Kalau ada kendaraan yang berhenti di fly over maka akan menambah beban statis jembatan, lalu mengganggu jarak pandang, dan membuat kemacetan. Makanya tidak boleh berhenti di fly over, begitu juga di zebra cross dan tikungan, itu berbahaya," terangnya.

Meski tidak merasa mengeluarkan spanduk larangan berpacaran di sepanjang fly over, namun Pris mengaku senang dengan hal tersebut. Hal ini dikarenakan sangat berbahaya bila banyak kendaraan yang berhenti di atas fly over.

"Ya itu memang bukan tempat untuk berhenti. Lagian apa juga yang dilihat dari atas fly over, mungkin mereka nyari hiburan murah, tetapi itu kan berbahaya," ungkapnya.




(her/nrl)



Berita Terkait