Pasca Ledakan di Jakarta, Pengamanan KPUD Diperketat
Senin, 26 Jul 2004 16:34 WIB
Jakarta - Pasca ledakan di kantor KPU Pusat, pengamanan di sejumlah KPUD tingkat propinsi diperketat. Orang-orang tidak lagi mudah begitu saja keluar masuk.Kantor KPUD Jawa Tengah, Jl. Veteran, Semarang, Senin (26/7/2004), hari ini nampak dijaga oleh 6 orang polisi. Padahal di hari-hari sebelumnya, hanya ada dua orang anggota polri.Kabag Humas KPUD Jateng, Agus Sesono membenarkan, peningkatan pengamanan ini terkait ledakan yang terjadi di kantor KPU Pusat, Jl. Imam Bonjol, Jakarta. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polwiltabes Semarang begitu mendengar kejadian tersebut."Saya mendapat SMS (layanan pesan singkat) soal bom dari anggota KPUD Jateng yang sedang berada di Jakarta. Saya kemudian langsung menghubungi Polwiltabes Semarang," kata Agus.Kapolwiltabes Semarang, AKBP Adrodin Haiti, yang datang bersama beberapa orang anak buahnya langsung menyisir kantor KPUD Jateng. Beberapa tempat yang mencurigakan, seperti toilet ditengok. "Hasil pemeriksaan aman. Koordinasi ini rutin kami lakukan tidak sekarang saja," kata Adrodin.Pemandangan yang sama juga nampak di kantor KPUD Jawa Timur (Jatim), Jl. Tanggulanging, Surabaya. Di tempat ini, polresta Surabaya Selatan malah menempatkan 1 kompi anak buahnya.Dua buah pintu KPUD Jatim yang biasanya senantias terbuka, kini tidak lagi. Hanya 1 pintu yang dibiakan tetap dibuka. Untuk memeriksa orang-orang yang keluar masuk, ditempat seorang petugas jaga di pintu masuk itu."Penjagaan ini tidak terkait dengan bom. Tanpa ada bom kami juga biasa melakukan koordinasi dengan KPUD Jatim. Jadi ini biasa saja tidak ada yang istimewa," kilah Kapolresta Surabaya Selatan, AKBP Alex Sampe.Begitu juga dengan kantor KPUD Jawa Barat (Jabar), Jl. Garut, Bandung. Seperti di KPUD Jatim, di KPUD Jabar juga nampak disiagakan 100 orang personel kepolisian. Penambahan pasukan ini juga dibantah terkait adanya ledakan di kantor KPU Pusat."Pengamanan ini tidak ada kaitannya dengan ledakan di Jakarta. Penambahan pasukan ini karena ada unjuk rasa," kata Kompol Toni, Kabagops Polres Bandung Tengah.Berbeda dengan penjelasan polisi, Kabag Humas KPU Jabar Heri Suherman, membenarkan adanya peningkatan keamanan terkait ledakan di KPU Pusat. Menurut Heri, setiap tamu, khususnya mereka yang masih asing, akan diperiksa dengan ketat."Kami diperintahkan Ketua KPUD Jabar untuk mengetatkan pengamanan dan berkoordinasi dengan polisi. Tamu-tamu yang datang saat ini harus mendaftar terlebih dahulu," terang Heri.
(djo/)











































