Melihat hal itu, kriminolog dari Universitas Indonesia, Irvan Olii menilai, faktor waktu tidak lagi menjadi pertimbangan para perampok untuk melakukan aksinya. Selama pengamanan minimarket lemah, para perampok tidak akan sungkan beraksi pada siang hari sekali pun.
"Sebelum melakukan tindak kejahatan pasti mereka menghitung risiko. Kalau tidak dijaga, mudah sekali menjadi sasaran. Apalagi minimarket juga tidak dilengkapi CCTV," kata Irvan saat berbincang dengan detikcom, Minggu (15/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di ATM uang itu bisa dilacak, kalau merampok minimarket yang tidak ada pengamanan dan kamera CCTV kan sulit untuk melacaknya," kata Irvan.
Selain minim pengamanan, kata Irvan, minimarket menjadi sasaran perampokan karena melakukan transaksi yang tak sedikit. Apalagi jumlah minimarket pun terus menjamur di wilayah Jakarta.
"Minimarket sudah menjadi sentral perdagangan masyarakat, karena warung tradisional yang meredup," ujarnya.
Untuk itu, dia mengatakan, pemilik minimarket seharusnya tidak lupa mementingkan aspek keamanan. "Jangan karena sewanya murah, minimarket banyak didirikan. Tapi keamanan diabaikan," ujarnya.
(lrn/lrn)










































