Klaim Malaysia, Dari Reog, Angklung Hingga Beras

- detikNews
Sabtu, 14 Jan 2012 11:24 WIB
Jakarta - Hubungan Indonesia dengan negara tetangga Malaysia belakangan terakhir renggang. Dari isu perbatasan, klaim kebudayaan bahkan beras.
Berikut penyebab renggangnya hubungan kedua negara dari sisi budaya:

November 2007
Website Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia dengan alamat situs http://www.heritage.gov.my memasang gambar Reog Ponorogo. Hal ini membuat reaksi masyarakat Indonesia di berbagai penjuru Indonesia.

Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Pemkab Ponorogo, Jawa Timur menyatakan gambar reog yang ditampilkan di website Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia adalah asli buatan perajin reog asli Ponorogo.

Desember 2008
Malaysia mengklaim lagu Rasa Sayang Sayange milik mereka. Menurut Ketua Partai Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, klaim sejumlah lagu rakyat Indonesia oleh Malaysia merupakan bentuk arogansi Pemerintah Malaysia.

Agustus 2009
Tari Pendet digunakan dalam iklan Visit to Malaysia. Namun, perwakilan Pemerintah Malaysia untuk Indonesia menegaskan pihaknya tidak pernah mengklaim Tari Pendet menjadi bagian dari budayanya. Yang terjadi selama ini hanya salah paham semata.

Maret 2010
Dalam situs www.musicmall_asia.com disebutkan bahwa angklung berasal dari Malaysia tepatnya berada di kota Johor. Musik angklung merupakan pengiring kesenian kuda kepang. Tak ayal, hal in mencapat kecaman dari masyarakat Indonesia.

9 Januari 2012
Dirjen Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) mengeluarkan sertifikat hak paten atas Beras Adan Krayan. Sebelum keluarnya hak paten ini, Malaysia memasarkan beras organik tersebut dengan merek Bario Rice yaitu beras dari Bario, Serawak, Malaysia.

Padahal, beras Adan merupakan beras yang diproduksi oleh petani di wilayah Krayan, Nunukan, Kalimantan Timur. Wilayah Krayan berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Di wilayah lembah yang dikelilingi hutan lindung dan sejumlah gunung, beras diolah secara organik dengan memanfaatkan kotoran kerbau sebagai input pemupukan. Cita rasa beras Adan Krayan tidak bisa ditemukan di wilayah lain dan menjadi satu keunikan tersendiri.


(asp/anw)