Nyatanya, semua upaya itu tidak menyurutkan niat para penumpang untuk tetap berada di atas kereta. Hingga akhirnya dalam waktu dekat PT KAI akan melakukan pemasangan bola-bola beton di atas sebuah tiang setinggi 5 meter berbentuk gawang yang terpasang di sisi rel. Di tengah gawang tersebut, akan terpasang sekitar 5-6 bola tergantung. Selain itu palang rambu yang sebelumnya sudah ada akan dibuat lebih besar dan tebal.
Selain upaya-upaya tersebut, PT KAI hari ini juga melakukan dialog dengan para penumpang pecinta atap kereta atau yang dikenal dengan atapers. Sedikitnya ada 19 komunitas pecinta kereta yang hadir dalam dialog tersebut antara lain JABOR, KEPARAT COM, BIOTAS, FUTUHATULAITAM dan PASKER.
"Kegiatan ini sebetulnya silaturahmi dengan penumpang kereta, sekaligus sosialisasi pada mereka bahwa perubahan yang kita lakukan ini ada programnya. Tidak begitu saja," kata Kepala Daops I PT KAI, Purnomo Radiq di Stasiun Kota, Jakarta, Jumat (13/1/2012).
Purnomo menjelaskan, selain membahayakan keselamatan penumpang, duduk di atas kereta juga tak elok di pandang mata. Tak hanya itu, kondisi demikian lanjut Purnomo, juga membuat citra bangsa menjadi buruk.
"Penumpang atap itu memalukan bangsa. Karena itu tidak patut. Makanya mari kita bersama hilangkan itu," imbaunya.
Dalam acara ini, semua perwakilan komunitas penumpang atap yang sehari-hari menggunakan KA Ekonomi Bogor-Kota juga membuat komitmen bersama. Ada 3 point komitmen tersebut yang intinya, para penumpang KRL Jabodetabek akan menjaga fasilitas perkeretaapian, tidak akan naik di atap lagi dan saling mengingatkan penumpang lain yang kedapatan masih naik di atap kereta.
"Setuju dengan komitmen ini?" tanya Purnomo usai mereka membacakan isi komitmen tersebut.
"Setujuuu," seru para penumpang.
Meski sudah membuat komitmen, PT KAI akan tetap melakukan pengawasan. Jika itu dilanggar maka per 31 Januari nanti, penegakan hukum akan diberlakukan.
"Per 31 Januari, kalau mereka janji tapi tetap tidak mau tertib maka kita akan pasang rambu peringatan yang akan menghalangi mereka ada di situ," tegas Purnomo.
Pemasangan rambu tersebut akan dilakukan di 31 stasiun di seluruh Jabodetabek. Namun, khusus Jakarta-Manggarai akan dipasang di 9 titik.
"Tapi mana-mananya nanti kita sampaikan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, seorang penumpang atapers meminta jaminan pemerintah agar mereka tidak lagi naik di atap. Pria bernama Sam itu mengatakan, apakah ketika atap bersih semua penumpang dijamin terangkut?
"Kita pastikan akan terus melakukan penambahan kereta. Tapi jangan sampai penambahan kereta justru diikuti dengan penambahan jumlah penumpang di atap," tandas Purnomo.
Sampai tahun 2019, PT KAI menargetkan bisa mengangkut sampai 1,5 juta penumpang perharinya. Data tahun 2011, PT KAI baru bisa mengakut 500 penumpang. Dan di tahun 2012 ini diharapkan bisa mencapai 700-an penumpang.
Tahun 2011 lalu, juga telah PT KAI menambah 100 kereta. Namun, dari jumlah tersebut baru dua rangkaian yang beroperasi, atau 16 kereta. Sedangkan sisanya belum. Dan di tahun 2012 ini rencananya akan ada lagi penambahan sebanyak 150 kereta.
(lia/did)











































