Karya Seni Cita Rasa Tinggi dari Balik Penjara Malang

Karya Seni Cita Rasa Tinggi dari Balik Penjara Malang

- detikNews
Jumat, 13 Jan 2012 23:05 WIB
Malang - Rizal (32 tahun) adalah seorang terpidana 7 tahun akibat perkelahian yang menyebabkan nyawa seseorang meninggal. Wajah yang dingin serta tato yang ada di lengan kirinya, membuat orang lain ngeri. Namun siapa sangka, dari tangan Rizal juga lah lahir karya seni bercita rasa tinggi.

Rizal masuk ke Penjara Klas I, Malang, Jawa Timur, tahun 2007 lalu. Selang setahun kemudian, ia mulai merasa bosan jika hanya tidur-tiduran di kamar. Ia pun mulai mencoba membuat ukiran dari kayu.

"Yang pertama saya buat itu asbak," jelas Rizal kepada detikcom, Kamis (13/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal pun mulai mencoba-coba sesuatu yang baru. Bagi sarjana ekonomi ini, semakin sulit karya yang dikerjakan justru semakin tertantang. Rizal lalu mulai mencari gambar-gambar motor di sejumlah majalah.

Motor itu ia coba perbesar dengan cara menggambar ulang menggunakan karbon. Dari sinilah ia mulai mencoba membuat miniatur motor-motor sport.

Karya yang dihasilkan sangat luar biasa mirip dengan aslinya. Mulai dari mesin, stang, bodi, bahkan ia pun membuat shockbreaker sungguhan.

"Bagian tersulit itu adalah membuat mesin, karena harus detil. Kalau lagi stres nggak dapat mood, mending saya tinggalin dulu," jelasnya.

Soal durasi pembuatannya berbeda-beda. Ada yang hanya dua minggu saja, tapi dia pernah juga membuat miniatur motor Kawasaki Ninja hingga 2,5 bulan.

Bahkan Rizal pernah juga membuat miniatur mobil sport. Jika kap mobilnya dibuka, penuh dengan miniatur mesin. Yang hebatnya lagi, roda depannya juga ikut bergerak jika stir mobil diputar.

Soal harga yang dijual, Rizal memang tidak mematok harga. Ada yang Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu. "Tergantung yang mau beli, dia niat nggak," jelas Rizal yang masih menyimpan obsesi membuat miniatur mobil F1 dan batmobil milik superhero Batman.

Karya yang dibuat Rizal hanya sebagian kecil dari hasil produksi Lapas ini. Selain miniatur motor dan mobil, ada juga miniatur pesawat tempur dan kapal layar yang sangat rumit.

Tiang-tiang hingga layar yang ada di kapal laut ini juga dengan detil dibuat. Bahkan dek dan kemudi kapal tak luput dari perhatian serius para napi.

Instruktur napi di bidang ini, Effendi, menjelaskan jika karya-karya ini pun sudah dilirik beberapa investor. Namun karena kurangnya SDM, membuat mereka sering kali tidak bisa memenuhi target produksi yang disepakati.

(mok/did)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads