Mimpi Memperbaiki Pelayanan Bus TransJakarta

Mimpi Memperbaiki Pelayanan Bus TransJakarta

- detikNews
Jumat, 13 Jan 2012 22:57 WIB
Jakarta - Kepala UP TransJakarta, Muhammad Akbar, menyampaikan ada 114 juta penumpang bus TransJ selama 2011. Diprediksi angka itu akan terus bertambah setiap tahunnya.

"Sudah ada 114 juta penumpang selama 2011 dan ini akan terus bertambah," kata Akbar saat menerima para anggota Busway Mania, di kantor BLU TransJ, Jl Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jumat (13/1/2011) malam.

Untuk itu, lanjut Akbar, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan, perbaikan halte dan penambahan armada bus. Seperti apa?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun kemarin sudah 7 koridor di cat tapi lagi-lagi di-pilox oleh tangan usil tapi nanti kita cat ulang lagi. Lalu ada 350 kipas yang terpasang di sebagian besar halte. Ada beberapa halte yang listriknya tidak memadai tapi kami sudah berkoordinasi dengan PLN agar ditambah (daya)," ujarnya.

Akbar mengaku mempunyai mimpi mengoperasikan bus TransJ selama 24 jam. Namun menurutnya itu tidak bisa dilakukan selama jumlah armada bus belum memadai, mengingat beberapa bus perlu waktu untuk dirawat dan diperbaiki.

Meski begitu Akbar menjelaskan selama 2012 ini akan ada penambahan 66 bus gandeng yang akan dioperasikan pada koridor I. Sementara pada koridor 2 dan 3 akan ada penambahan 76 bus gandeng.

"Kedepan semua bus akan gandeng dan menggunakan bahan bakar gas (BBG). Mudah-mudahan pertengahan tahun ini mulai dicicil. Ini juga rencananya ada bus tambahan juga dari PU tapi belum tahu berapa," terangnya.

Tak hanya itu, nantinya pembayaran tiket bus tak lagi menggunakan karcis kertas tapi SIM card electronic. Termasuk menggunakan semua kartu yang dikeluarkan bank-bank swasta lain sebagai alat pembayaran.

"Untuk mengantisipasi tidak adanya kendaraan lain yang nyelonong busway, kami berencana membeli peralatan kamera yang nantinya bisa mengambil gambar kendaraan yang nyelonong itu. Lalu foto itu kami sampaikan agar diproses," terangnya.

Masih ada satu lagi mimpi memajukan TransJ, yaitu dengan memanfaatkan teknologi GPS pada setiap bus sehingga bila bus sampai pada sebuah halte, maka suara di dalam bus akan keluar otomatis.

"Jadi sopir tak perlu manual pencet tombol saat dekat dengan halte. Biar GPS yang bekerja," tutup Akbar.

(feb/did)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads