Tapi apakah semua sudah menikmatinya? Sebagian ada yang bilang sudah, sebagian belum. Lalu apa sajakah keluhan mereka?
Ya, sebanyak 25 orang pengguna TransJ yang menamakan dirinya Busway Mania melakukan kunjungan ke kantor BLU TransJakarta, di Jl Jatinegara Barat, Kampung Melayu. Diterima oleh Kepala UP TransJakarta, Muhammad Akbar, para pengguna busway ini pun berlomba menyampaikan keluh kesahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami, khususnya para disabilitas merasa ketakutan dengan banyaknya pedagang yang berjualan di atas jembatan. Kalau terinjak, mereka marah tapi kalau tidak menabrak mereka kami akan menabrak para pejalan kaki lainnya. Tolong Pak diatur, kami suka ketakutan," ujar Tri, Jumat (13/1/2011).
Bukan hanya itu saja, banyaknya lantai plat halte yang miring suka tak terjangkau oleh tongkat mereka. "Belum lagi atap yang suka bolong. Baik kami dan pengguna normal lainnya suka diajak basah-basahan," katanya.
Lain halnya dengan penyandang disabilitas yang bernama Jaka Ahmad yang mengaku kesulitan untuk tahu halte mana yang sudah dituju bila sopir bus malas menekan tombol suara penanda halte. "Sopir mungkin lupa, suara penanda itu hak semua penumpang baik penyandang cacat maupun bukan," tutur pria yang biasa dipanggil Jake ini.
Meski begitu keduanya sepakat bus TransJ menjadi satu-satunya kendaraan umum yang layak bagi penyandang disabilitas meski masih ada saja kekurangannya.
Cerita itu rupanya bukan milik para disabilitas, sebagian anggota busway mania lainnya pun menumpahkan beberapa keluhan yang biasa didengar dari mulut para pecinta TransJ. Mulai dari mengapa menunggu kedatangan bus lama, mengapa banyak kendaraan lain menyerobot jalur bus, bahkan sampai mengeluhkan banyaknya pegangan tangan bagi penumpang yang berdiri raib sehingga bila sopir menancapkan gas terlalu dalam, para penumpang bisa dibawa ke belakang sementara laju bus ke depan.
Akbar pun mengaku kontrol pihaknya di lapangan terbatas. Ia pun meminta maaf dengan banyaknya kekurangan yang ada dalam fasilitas pelayanan umum itu.
"Kami minta maaf bila masih ada kekurangan termasuk pelayanan petugas yang kurang ramah. Ke depannya pasti akan ada perbaikan, banyak rencana-rencana agar bus TransJakarta bisa lebih optimal," imbuh Akbar.
(feb/did)











































