Sungai Musi Kembali Dipenuhi Pemburu Barang Berharga

Sungai Musi Kembali Dipenuhi Pemburu Barang Berharga

- detikNews
Jumat, 13 Jan 2012 19:15 WIB
Sungai Musi Kembali Dipenuhi Pemburu Barang Berharga
Palembang - Setelah menghilang selama satu tahun terakhir, para pemburu barang berharga di Sungai Musi kembali bereaksi. Menggunakan perahu, para pemburu ini di tengah derasnya arus menyaring lumpur Sungai Musi buat dicari barang berharga.

Berdasarkan pemantauan detikcom, Jumat (13/1/2012), kapal-kapal pemburu ini mengapung di sekitar PT Pusri dan 1 Ilir, tepatnya di lokasi Kuto Gawang, pusat pemerintahan Kerajaan Palembang beberapa abad lalu.

Setiap kapal terdiri dari empat-lima orang. Semuanya tampak bertelanjang dada. Hanya mengenakan celana pendek. Menggunakan sebuah kompresor oksigen, selang panjang, dan tali, seorang penyelam tradisional menyelam ke dasar Sungai Musi sambil membawa sebuah karung yang terbuat dari kain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kedalaman sekitar 20-an meter, dan kencangnya arus sungai, para penyelam ini mengumpulkan lumpur. Kemudian lumpur ditarik ke atas, kemudian disaring layaknya menyaring pasir atau lumpur buat mencari emas dengan menggunakan sebuah kotak kayu berlapiskan kain jaring. Selain di depan lokasi Kuto Gawang, mereka juga beroperasi di sekitar Pulau Kemaro dan Plasa Benteng Kuto Besak Palembang.

β€œYa, tergantung nasib. Kalau ada rezeki dapat potongan emas, seperti cincin atau gelang," kata Fendi, seorang pemburu barang berharga, tanpa mau menyebutkan apakah pekerjaan mereka sejak sepekan ini sudah mendapatkan hasil.

Yang jelas, setiap perahu jukung yang beroperasi menghabiskan uang minimal sekitar Rp 50 juta dalam sebulan. Uang ini digunaka buat makan, minum, dan membeli solar. Setahun lalu, Sungai Musi dipenuhi para pemburu barang berharga ini.

Ini bermula ketika ada pemburu yang menemukan sejumlah patung Budha ukuran kecil yang terbuat dari emas. Benda berharga ini dijual dengan nilai sekitar Rp 1 miliar. Persoalan ini menarik perhatian pemerintah, sehingga para arkeolog melakukan imbauan kepada mereka, jika mendapatkan benda berharga yangmerupakan peninggalan sejarah diserahkan kepada negara, dan akan diberi imbalan.

(anw/anw)


Berita Terkait