Anggota Komisi I DPR RI, Vena Melinda mengatakan, tidak semua elemen anggota Komisi I diajak membahas permasalahan pembelian tank yang menghabiskan anggaran triliunan rupiah itu. Dia menilai sejauh tidak diajak berbicara banyak mengenai adanya penolakan dari Komisi I terkait pembelian 100 Tank bekas dari militer Belanda itu.
"Sejauh ini tidak semua anggota dilibatkan dalam pembahasan menggenai pembelian itu, jadi tidak bisa kami sampaikan sekarang," ujarnya pada detikcom di Universitas Tulungagung, Jumat (13/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tank tersebut dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi dan geografis Indonesia. Lantaran, tank itu diperuntukan untuk medan perang perkotaan dan gurun pasir. Kemampuan tembak Tank Leopard mampu menjangkau radius 6 kilometer. Sedangkan, kajian tank yang layak dioperasikan di Indonesia hanya bisa efektif menembak lurus dalam jarak 1-2 kilometer saja.
Sedangkan Alokasi anggaran pinjaman luar negeri (PLN) untuk belanja alutsista sebesar 6,5 miliar US dolar. Di mana sebagian dari dana itu dikabarkan akan digunakan Kementerian Pertahanan membeli 100 tank Leopard 2A6 tersebut.
Lebih jauh Vena juga menyatakan adanya klaim anggota Partai Demokrat yang setuju mengenai usulan untuk melakukan evaluasi pembelian tank juga dinilai masih belum ada. "Sejauh ini masih belum ada upaya untuk melakukan penolakan, menurut kami bisa dikatakan atas nama komisi belum bisa disosialisasikan," tandasnya.
(bdh/anw)











































