Pimpinan DPR Resmi Jatuhkan Peringatan Keras Ke Sekjen DPR

Pimpinan DPR Resmi Jatuhkan Peringatan Keras Ke Sekjen DPR

- detikNews
Jumat, 13 Jan 2012 15:49 WIB
Pimpinan DPR Resmi Jatuhkan Peringatan Keras Ke Sekjen DPR
Jakarta - Rapat pimpinan DPR memutuskan pemberian peringatan keras terhadap Sekjen DPR Nining Indra Saleh. Nining dinilai lepas tangan saat pembangunan ruang banggar DPR yang menelan Rp 20 miliar dikritik publik.

"Tadi saya rapat pimpinan dengan BURT dan dihadiri Sekjen. Tadi saya sampaikan semua perjalanan dua tahun dimana saya selalu melakukan pembinaan ke Bu Sekjen saya sampaikan secara lisan dan juga peringatan-peringatan. Dan hari ini terpaksa peringatan itu dibuat tertulis dan disepakati oleh lima pimpinan DPR," tutur Ketua DPR Marzuki Alie dalam konferensi pers usai rapim di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/1/2012).

Peringatan ini disampaikan dalam bentuk surat resmi dengan kop DPR. Peringatan kali ini adalah peringatan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi itu peringatan keras kepada Bu Sekjen. Pertimbangannya beliau adalah eselon IA itu eselon tertinggi di DPR ini membawahi supporting system di DPR. Sebagai pejabat tertinggi tidak bisa hanya melemparkan persoalan tapi tidak ada tanggung jawab, seolah ini salahnya ini, saya hanya sebagai pelaksana,"kritik Marzuki.

Selain itu banyak aduan kepada pimpinan DPR menyangkut KKN dalam tender di DPR. Ia mengaku kecewa Sekjen DPR mengabaikan peringatan lisan kepada Sekjen DPR.

"Dia lempar bola tapi tidak bertanggung jawab terhadap persoalan di DPR. Contohnya banyak SMS yang menyatakan tender bernuansa KKN. Saya lihat tidak serius menyelesaikan masalah. Dan itu terus terjadi,"lanjutnya.

Ruang rapat baru Badan Anggara DPR telah dilelang pada bulan Oktober 2011. Harga proyek keseluruhan Rp 20.370.893.000.

Pembangunan ruang baru Banggar tidak banyak yang tahu karena dilaksanakan pada masa reses DPR, periode Desember 2011. Dan saat anggota Banggar DPR memasuki masa sidang baru, anggota Banggar DPR akan menempati ruangan baru.


(van/mad)


Berita Terkait