Chusnul Mengaku Sedih KPU Dibom
Senin, 26 Jul 2004 14:09 WIB
Jakarta - Pasca ledakan, suasana hiruk masih terlihat di sekitar gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Anggota KPU, Chusnul Mari'yah, mengaku sedih atas kejadian ini."Saya sangat kaget dan sedih hal ini harus terjadi. Soal nasib pleno, terserah nanti keputusan dan hasil penyelidikan polisi," tutur Chusnul, kepada wartawan di depan gedung KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Senin (26/7/2004).Sementara itu, untuk mengantisipasi ledakan susulan, Polisi menyisir seluruh areal gedung KPU. Sebelum melakukan penyisiran, polisi terlebih dahulu mengosongkan lokasi. Semua pihak, termasuk para anggota KPU diminta keluar dari gedung.Selanjutnya polisi membarikade pintu gerbang dan semua pintu keluar masuk KPU. Selain polisi, tidak seorang pun diizinkan masuk ke dalam areal gedung KPU. Puluhan kameraman dan fotografer yang ingin mengambil gambar, harus puas dengan memanjat pagar gedung KPU.Polisi juga telah menghentikan lalu lintas di depan gedung KPU. Para pengemudi yang datang dari arah Jl. Diponegoro dan akan menuju Bundaran HI, diminta belok ke kiri menuju Jl. HR Rasuna Said. Pengalihan lalu lintas ini membuat antrean kendaraan yang cukup panjang.
(djo/)











































