Pihak TransJ Berharap Polisi yang Lepaskan Tembakan Diproses

Pihak TransJ Berharap Polisi yang Lepaskan Tembakan Diproses

- detikNews
Jumat, 13 Jan 2012 10:24 WIB
Pihak TransJ Berharap Polisi yang Lepaskan Tembakan Diproses
Jakarta - Insiden buang tembakan polisi pengawal mobil Securicor diharapkan tidak dibiarkan begitu saja. Pihak TransJakarta pun menyimpan harap, sang polisi diberi penindakan. Tujuannya agar ada keadilan. Apalagi jalur TransJ hanya untuk kendaraan tertentu.

"Kita serahkan ke Polda Metro Jaya untuk diproses," jelas Kepala Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta, M Akbar, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/1/2012).

Akbar menjelaskan sesuai aturan dan diketahui Dishub DKI dan pihak Ditlantas Polda Metro Jaya, bahwa hanya kendaraan dalam keadaan darurat, seperti ambulans dan pemadam kebakaran yang diperbolehkan masuk ke jalur TransJ.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat mobil yang membawa uang itu melintas kondisi di jalur itu sedang normal, tidak ada kemacetan parah," jelasnya.

Akbar pun menjamin buntut kejadian polisi melepas tembakan itu tidak mempengaruhi mental para petugas TransJ. Mereka tetap akan bertindak sesuai aturan terkait kendaraan yang melintas.

"Kita tetap sesuai aturan," jelasnya.

Diketahui, seorang polisi pengawal mobil Securicor marah-marah setelah diberhentikan oleh petugas BLU TransJakarta, Rocky, gara-gara menyerobot jalur TransJ Koridor IV (Pulogadung-Dukuh Atas 2). Oknum polisi itu bahkan mengancam akan membunuh Rocky dan lalu melepaskan tembakan ke udara.

Peristiwa penembakan itu terjadi di jalur TransJ yang bersinggungan dengan Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, pada Kamis (12/1) pukul 08.15 WIB.

Saat itu, mobil tipe Isuzu Panther bernomor polisi B 1071 TFV milik Securicor menyerobot jalur TransJ yang tepatnya berada di depan Hotel Sentral, Jalan Pramuka Raya arah Matraman. Saat mobilnya dihadang, sang polisi marah. Dia turun dari mobil dan menghampiri Rocky.

Oknum keamanan berseragam tersebut juga sempat mengancam Rocky. "Sebelum melepas tembakan ke udara sekali, dia terlebih dahulu mengancam petugas kami bahwa dia akan membunuh Rocky," ujar Akbar kemarin.


(ndr/vta)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads