"Jika pun benar ada kejadian seperti yang ada dalam pemberitaan itu, 90 persen saya bisa pastikan itu dilakukan oleh warga negara asing yang tinggaL di Athens dan bukan warga negara asli," kata Maya (29) warga Indonesia yang kini bekerja di Perancis menuturkan ke detikcom, Kamis, (12/1/2012).
Menurut Maya, dalam setahun paling sedikit ke Yunani 4 sampai 5 kali untuk mengikuti pameran. "Saya baru pulang ke Perancis kemarin, Rabu, (11/1/2012), dari Yunani," tambah perempuan cantik yang bekerja di bisnis impor mebel ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat apa yg terjadi di sini secara langsung, pemberitaan ini terlalu berlebihan. Untuk di ketahui, di Eropa, jika terjadi pemecatan karyawan maka akan mendapat pesangon 1 tahun gaji. Dan dalam 1 tahun akan mendapat jatah uang dari pemerintah setengah bulan gaji," bebernya.
Warga setempat juga tidak dipusingkan dengan biaya sekolah karena semuanya sudah gratis. Bahkan anak-anak tersebut mendapat uang saku dari pemerintah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
"Sekolah untuk anak-anak disini gratis bahkan malah anak-anak mendapat jatah sejumlah uang dari pemerintah. Kepedulian terhadap anak di Eropa sangat tinggi," papar lajang asal Yogya ini.
Lantas bagaimana dengan dunia hiburan ?
"Meski krisis Athena begitu hebat diberitakan tapi kenyataannya cafe, restaurant dan tempat perjudian tetap ramai. Kalau pengunjung berkurang mungkin saja. Euro masih tetap luxury," tuntas Maya yang telah tinggal di Eropa sejak 2007 silam.
(asp/her)











































