Tas Ransel Diduga Bom di PN Purwokerto Berisi Sebuah 'Pesan'

Tas Ransel Diduga Bom di PN Purwokerto Berisi Sebuah 'Pesan'

- detikNews
Kamis, 12 Jan 2012 20:16 WIB
Tas Ransel Diduga Bom di PN Purwokerto Berisi Sebuah Pesan
Purwokerto, - Sebuah tas yang diduga berisi bom diletakkan di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Jl Raya Gerilya, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (12/01/2012) siang. Setelah dibuka, tas ransel tersebut ternyata berisi sebuah pesan.

Sebuah pesan yang terdapat di dalam tas ransel berwarna hitam dan kuning tersebut ditujukan untuk hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto. Bungkusan berwarna coklat yang dibungkus lakban tersebut bertuliskan, "Hakim, jaksa, dan semua pejabat. Hati-hatilah kalian".

Menurut Bambang Budiono, juru sita Pengadilan Negeri Purwokerto, saksi mata yang pertama kali melihat mengatakan, tas ransel berwarna hitam dan kuning itu diletakkan di halaman Pengadilan oleh seorang laki-laki berumur sekitar 39 tahun yang mengendarai sebuah motor Mio berwarna merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia naik motor sendirian. Pakai helm dan menaruh tas lalu pergi ke arah barat. Tas tersebut ditaruh sekitar pukul 13.15 WIB. Saya sempat curiga karena dia meletakkan dengan pelan-pelan," kata Budiono.

Melihat gelagat yang mencurigakan, Budiono segera menghubungi Satpam setempat. Oleh petugas satpam, tas ransel tersebut dibuka sebagian dan menemukan pesan dalam kertas.

"Karena ada pesannya, dan agak menakutkan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Satpam," terang Budiono.

Tim Jihandak Bom Polres Banyumas segera datang ke lokasi kejadian. Petugas kemudian mendeteksi bunyi hingga dua kali dari tas tersebut dengan menggunakan alat metal detektor. Tidak mau kecolongan, benda mencurigakan tersebut langsung di evakuasi dan dibawa ke markas penjinak bom untuk diledakkan.

Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah benda tersebut bom atau bukan.

"Kami masih akan menyelidikinya, termasuk pelaku dan motifnya," katanya saat datang ke lokasi kejadian.

(her/her)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini