Buntut \'Ada Tomy di Tenabang\'

Wartawan Tempo Dituntut 2 Tahun

- detikNews
Senin, 26 Jul 2004 12:56 WIB
Jakarta - Dua wartawan Majalah Berita Mingguan (MBM) Tempo, Ahmad Taufik dan Teuku Iskandar Ali, masing-masing dituntut 2 tahun penjara dalam sidang gugatan pencemaran nama baik terhadap pengusaha Tomy Winata.Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai kedua wartawan itu telah melakukan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik Tommy Winata. Tuntutan dibacakan oleh JPU Robert Tacoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl.Gajah Mada, Senin (26/7/2004).Dia menyatakan, kedua terdakwa terbukti menyiarkan berita bohong dnegan artikel di Tempo yang berjudual "Ada Tommy di Tenabang." Artikel itu dinilai telah mencemarkan nama Tomy Winata sehingga Tomy sempat diancam oleh orang yang mengatasnamakan warga Tanah Abang karena diduga sebagai pelaku pembakaran Pasar Tanah Abang. Juga timbul keresahan pada sejumlah karyawan Artha Graha yang dipimpin Tomy.Usai persidangan, wartawan menanyakan pada JPU Robert mengapa mengabaikan kesaksian para ahli bahwa dalam kaset wawancara majalah Tempo dengan Tomy adalah benar-benar suara Tomy yang oleh Tomy disangkal."Memang suara dalam kaset itu mirip dengan suara Tomy, tapi bukan berarti itu suara dia," sergah Robert."Keterangan dari saksi ahli, misalnya Roy Suryo dan beberapa ahli lain, bukan saksi yang telihat langsung terjadinya wawancara tersebut. Mereka hanya menganalisis saja. Jadi tidak ada pembanding langsung dengan suara TW face to face. Apa pun keterangan saksi, pokoknya Tomy Winata menyatakan sehubungan artikel itu dia tidak pernah diwawancara," jelas Robert.Sementara kuasa hukum terdakwa, Trimoelja D.Soerjadi menyatakan, yang mengecewakan dalam kasus itu adalah sama sekali dikesampingkan UU No 40/1999 tentang Pers. "Pemberitaan itu juga bukan berita bohong, melainkan breaking news yang dalam perkembangannya memang harus diberitakan.Menurutnya, berdasarkan UU Pers, seharusnya kasus itu menjadi tanggung jawab pemimpin redaksi. "Pemimpin redaksi Tempo telah menjelaskan ini tanggung jawab dia serta tidak setuju dua wartawannya dituntut. Jadi sejak awal, mereka tidak diajukan sebagai terdakwa," jelas Trimoelja. Sidang ditunda hingga 19 Agustus dengan materi pembacaan pledoi.Sekadar diketahui, Pemred Bambang Harymurti juga telah dituntut 2 tahun penjara dalam kasus serupa.

(nrl/)