Baru Dua Tahun Direnovasi, Langit-langit Kelas Runtuh

Baru Dua Tahun Direnovasi, Langit-langit Kelas Runtuh

- detikNews
Kamis, 12 Jan 2012 17:22 WIB
Baru Dua Tahun Direnovasi, Langit-langit Kelas Runtuh
Jakarta - Langit-langit bangunan SDN Duri Kepa 12 Pagi Jakarta ambruk karena terpaan hujan yang mengguyur Jakarta belakangan ini. Padahal, sekolah tersebut baru saja direnovasi dua tahun lalu.

Bangunan sekolah ini berada di Jl Duri Raya, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pada pagi hari, bangunan sekolah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar SD, namun pada sore hari digunakan oleh SMK PGRI 15.

Pantauan repoter detikcom, di lokasi terlihat beberapa bagian langit-langit yang bolong. Bahkan terdapat satu ruangan yang langit-langitnya sudah tidak terlihat lagi, tinggal rangka atap bangunan dan genteng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penjaga sekolah, Beni (23), ambruknya atap dimulai pada pertengahan Bulan Desember. Saat itu siswa SD dan SMK sedang dalam masa liburan.

"Awalnya yang ambruk yang di mushola, terus yang di tangga, baru yang lain ikut rontok, terakhir yang di lab komputer," kata Beni kepada detikcom, Kamis (12/1/2012).

Selain atap yang sudah ambruk, bagian langit-langit yang masih utuh terlihat berwarna coklat dan lapuk. Hal ini dikarenakan terjaan hujan yang langsung mengenai langit-langit akibat tidak adanya lapisan pelindung antara genteng dan langit-langit.

Kondisi paling parah ditemui di ruang laboratorium komputer. Hampir seluruh bagian langit-langit pada ruangan ini telah ambruk.

"Karena eternitnya ambruk akibat hujan, empat monitor dan lima PC rusak," kata guru komputer SMK PGRI 15, Putra, kepada saat ditemui detikcom di ruang lab komputer.

Hingga kini langit-langit tersebut belum juga diperbaiki. Akibatnya komputer-komputer di ruangan tersebut hanya ditutupi dengan terpal saat hujan turun.

"Kami belum tahu langkah ke depannya, karena kan sebenarnya yang lebih berhak atas bangunan ini pihak SD," jelas Putra.

Sayangnya Kepala Sekolah dan guru SDN Duri Cepa 12 pagi sudah tidak berada di tempat. Mari berharap agar ada tindakan cepat dari pihak yang berwenang, sehingga kegiatan belajar mengajar siswa SD dan SMK tidak terganggu.

(lh/lh)


Berita Terkait