Identitas Hasanuddin Terungkap Setelah Rekannya Ditangkap di Jabar

Identitas Hasanuddin Terungkap Setelah Rekannya Ditangkap di Jabar

- detikNews
Kamis, 12 Jan 2012 16:58 WIB
Jakarta - Identitas Hasanuddin sebagai maling mobil profesional terkuak berkat nyanyian R. R diringkus polisi di Jawa Barat. Dari R, polisi mengetahui Hasanudin ternyata tertembak dan mendapatkan perawatan.

"Kalau rekannya ini (R) tidak tertangkap kita juga tidak tahu kalau dia (Hasanuddin) kena tembak," kata Kasubdit Pencurian Kendaraan Bermotor (Ranmor) Polda Metro Jaya AKBP Subandi di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Subandi mengatakan, polisi mengadakan penyergapan pada kelompok Hasanuddin pada 4 Januari lalu. Komplotan tersebut baru saja melakukan pencurian mobil di Jakarta Timur. Aksi kejar-kejaran terjadi. Petugas sempat melepaskan tembakan dan mengenai kaca tengah mobil curian komplotan Hasanuddin.

"Tapi kita tidak tahu kalau tembakan kita kena sasaran karena petugas menembak dari jarak cukup jauh," katanya.

Tembakan itu ternyata mengenai Hasanudin di bagian leher bagian belakang. Kemudian R membawa Hasanuddin ke RS Hermina Bekasi. R langsung kabur meninggalkan rekannya begitu saja di rumah sakit tersebut. Pegawai rumah sakit kemudian melaporkan perstiwa itu ke polisi.

Sementara itu, petugas terus mengejar komplotan curanmor tersebut dan berhasil menangkap R di Jawa Barat.

"Dari keterangan R kita ketahui kalau ternyata Hasanuddin terluka dan dirawat di rumah sakit," katanya.

Hasanudin sempat dipindah ke RSUD Bekasi kemudian dipindah ke RS Polri Kramat Jati. Kepada petugas Hasanuddin mengarang cerita dirinya ditembak pengemudi sedan di lampu merah Pondok Ungu. Pengemudi sedan itu marah karena motor yang dikendarai Hasanuddin bersenggolan dengan mobil itu.

"Itu karangan semua," katanya.

Ternyata Hasanuddin merupakan target operasi pencurian bermotor Polda Metro Jaya. Kompotannya telah mencuri ratusan mobil dalam rentang 2007-2011. Saat ini petugas masih melakukan pengejaran dua orang anggota kelompok itu. "Dua orang lainnya masih kita kejar," kata Subandi.

(nal/nrl)


Berita Terkait