Krisis Darfur, Uni Eropa Ancam akan Beri Sanksi ke Sudan
Senin, 26 Jul 2004 11:28 WIB
Jakarta - Bergabung dengan Amerika Serikat, Uni Eropa (UE) juga mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Sudan sehubungan dengan konflik yang terus melanda wilayah Darfur. UE berharap langkah ini akan mendorong pemerintah Sudan untuk mengakhiri krisis tersebut.Para menteri UE dijadwalkan berkumpul di Brussels, Belgia, hari Senin ini untuk mendorong pemerintah Sudan dan kelompok pemberontak melanjutkan dialog damai serta memperbaiki akses bagi kelompok-kelompok kemanusiaan."Sudah hampir pasti komunitas internasional akan mengambil langkah-langkah lebih jauh jika situasi ini tidak membaik," tukas Menteri Luar Negeri (Menlu) Belanda Ben Bot, yang negaranya tengah mendapat giliran memegang kepresidenan UE.UE menyatakan sangat prihatin akan laporan-laporan pelanggaran HAM berat di negara Afrika itu, yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai sebuah pemberantasan etnis. Demikian seperti dilansir AP, Senin (26/7/2004).Sebelumnya pihak kantor Menlu Jerman Joschka Fischer menyatakan bahwa Menlu dan Menlu AS Colin Powell sepakat bahwa Sudan harus mendapat sanksi internasional, kecuali negara itu segera melucuti milisi Arab yang bertanggung jawab atas pembunuhan-pembunuhan tersebut."Pemerintah Sudan berkewajiban menjamin keamanan rakyat dan bertanggung jawab membawa para milis ke pengadilan dan melucuti senjata mereka untuk mengakhiri kekerasan," tandas Fischer kepada stasiun televisi ZDF.Kekerasan di Darfur dimulai 15 bulan lalu ketika dua kelompok pemberontak dari suku-suku Afrika Darfur mengangkat senjata untuk berjuang memperebutkan tanah dan sumber daya dengan kaum Arab. Para milisi Arab yang dikenal sebagai Janjaweed kemudian mulai melakukan kampanye brutal untuk mengusir suku Afrika berkulit hitam tersebut.Akibat konflik berkepanjangan itu, sebanyak 30 ribu orang, kebanyakan di antara mereka suku kulit hitam Afrika, telah terbunuh dan lebih dari satu juta orang pergi meninggalkan rumah mereka. Sekitar 2,2 juta penduduk sangat membutuhkan bahan pangan segera serta perhatian medis.Ke-25 negara anggota UE, AS dan kelompok-kelompok kemanusiaan menuding pemerintah Sudan mendukung gerakan milisi tersebut. Tuduhan ini telah berulang kali dibantah pemerintah Sudan.PBB berencana mengirimkan misi perdamaian pada akhir 2004 mendatang ke Darfur, wilayah yang kurang lebih seluas Irak dengan populasi 6,7 juta jiwa. Australia dan Selandia Baru telah menyatakan bersedia menyumbangkan pasukan untuk bergabung dalam misi badan dunia itu. Negara-negara Uni Afrika sendiri mengerahkan 300 pasukan dan 150 pengamat.
(ita/)











































