"Kami akan meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan dengan maraknya hal-hal seperti ini. Bukan hanya pilot tapi semua pegawai. Kita makin waspada," ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat dihubungi detikcom, Kamis (12/1/2012).
Selain A yang ditangkap di Makassar, Selasa (10/1) lalu, pilot Lion Air lain yang juga terjerat narkoba yaitu Muhammad Nasri. Nasri ditangkap Satuan Reserse Narkotika Polres Metro Tangerang pada tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan ada ciri-cirinya. Ini memang kasus perorangan. Tapi kalau ada gejala akan kita panggil," ujarnya.
Edward menuturkan, setiap 6 bulan sekali ada pemeriksaan kesehatan rutin yang dijalankan setiap pilot. Dalam tes kesehatan rutin ini, pilot-pilot juga dites urin. Begitu juga dengan A, pilot yang ditangkap BNN di Makassar. Dalam pemeriksaan rutin terakhir, A dinilai dokter sehat dan laik terbang.
"Dokter yang mengatakan orang itu sehat. Kalau nggak sehat (A) nggak mungkin diizinkan terbang," jelasnya.
Edward enggan menjelaskan apakah kasus narkoba yang menjerat dua pilot Lion Air ini berpengaruh pada penjualan tiket penumpang atau tidak. Namun Edward berjanji keselamatan penumpang tetap diutamakan.
"Saya tidak masuk area itu. Kami hanya bisa bilang kami akan melakukan keselamatan penumpang itu paling utama," janjinya.
Sementara itu, Edward mengaku belum ada panggilan dari Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub atas kasus ini. Namun koordinasi antara Lion Air dan Kemenhub sudah terjalin.
"Kita sama-sama tahu berpikir untuk menyelesaikan hal itu," ungkapnya.
(gus/nrl)










































