"Apapun kemewahan itu jelas menyakiti hati rakyat. Saya nggak suka barang-barang impor, kita harusnya mengutamakan produk lokal," protes Marzuki.
Hal ini disampaikan Marzuki kepada detikcom, Kamis (12/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak masuk akal. Konsultan yang menawarkan barang mahal sudah nggak ada nasionalisnya, hanya mengejar rupiah saja," tudingnya.
Ia berharap aparat terkait mengusut pengadaan ruangan mewah ini. Baik BPK maupun KPK diminta mengambil langkah konkret.
"Saya minta BPK untuk mengaudit, kalau di luar standar gedung negara, dan ada bukti mark up, segera saja serahkan ke KPK," tandasnya.
(van/ndr)










































