Selain itu, menurut Priyo, harusnya Pemilukada Aceh mengakomodir semua kalangan agar tak ada kalangan yang merasa tersisihkan dalam pesta demokrasi tersebut.
"Kalau kemudian itu (Pemilukada Aceh) bergeser sedikit, dua minggu sampai satu bulan untuk memberikan kesempatan kepada semua kalangan itu lebih banyak manfaatnya ketimbang sebaliknya,"tutur Priyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap pihak terkait Pemilukada Aceh dapat lebih bijak memutuskan. Mengambil keputusan dengan pertimbangan yang lebih matang.
"Wisdom dan hati, jangan terpaku pada pendekatan prosedur karena daerah Aceh adalah daerah pasca konflik yang harus diperlakukan secara khusus," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan DPR akan mencari solusi terkait konflik Aceh. Tim pemantau Otsus Aceh dan Papua DPRRI memanggil pejabat terkait siang ini.
"Pukul 10.00 WIB kita panggil Menko Polhukam, Mendagri, Kapolri, Kepala Bin, KPU, dan Bawaslu. Membahas tentang situasi terakhir di Aceh menjelang pemilukada dan masalah keamanan di Aceh," tutur Priyo.
Pemilukada di Aceh akan dilakukan pada 16 Februari 2012. Sebanyak 115 pasangan calon kepala daerah yang akan bersaing pada Pemilukada serentak untuk wilayah provinsi dan 17 kabupaten/kota. Pemilihan gubernur yang diikuti 3 calon pasangan dari independen dan 1 dari parpol, juga digelar di hari yang sama.
Serangkaian teror terjadi belakangan ini. Mulai penembakan pada pekerja dari suku tertentu hingga pelemparan bom molotov di rumah calon Bupati Aceh Utara, Misbahul Munir.
(van/nrl)











































