"Kita buktikan Islam itu mencintai perdamaian," kata SBY membuka acara yang dihadiri 10 ribu peserta dari dalam dan luar negeri itu.
SBY memandang konflik antar umat beragama dan suku sangat berpotensi terjadi pada era kebebasan yang dimiliki masyarakat. Karena itu, lanjut SBY, sangat dibutuhkan sikap arif serta bijak dalam menemui setiap masalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"NU harus membuktikan tidak adanya konflik antarumat, agama, negara, serta demokrasi," imbuh SBY.
Usai membuka muktamar, Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, Juru bicara Presiden Julian A Pasha, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Umum PBNU Said Agil Siraj, kembali menuju Pangkalan TNI AL Malang untuk bermalam. Esok hari, SBY dijadwalkan akan menuju Madiun.
(nwk/nwk)











































