Spanduk 'SBY Berlumuran 27 Juli' Muncul di Eks Kantor PDI
Senin, 26 Jul 2004 09:35 WIB
Jakarta -
Jika Anda melewati Jl.Diponegoro, Jakpus, utamanya di eks kantor PDI, Senin (26/7/2004) ini, Anda akan menemui suasana yang lebih meriah dibanding hari biasanya.Di trotoar pembatas jalan misalnya, belasan buket bunga ucapan bela sungkawa atas kejadian 27 Juli 1996 lalu, tampak mencolok. Sebelum hari ini, buket-buket itu dibiarkan "mangkrak" di trotor yang mengakses ke Salemba. Tapi pagi ini, buket berukuran besar itu berada di pembatas jalan yang memisahkan ruas jalan menuju Bundaran HI dan Salemba.Selain bunga duka cita itu, pemandangan yang mencolok lainnya adalah spanduk berwarna putih bertuliskan warna merah yang dipasang membelah jalan. Isinya kurang lebih "Susilo Bambang Yudhoyono Berlumuran Darah Tragedi 27 Juli". Spanduk yang masih gres itu mengatasnamakan FKK 124. FKK adalah korban perebutan kantor PDI antara massa PDI Surjadi dan massa Mega pada 27 Juli 1996 lalu.Seperti yang tampak di jalan, halaman eks kantor PDI juga lebih meriah dibanding hari-hari sebelumnya. Jumlah kursi lebih banyak dipasang, begitu juga umbul-umbul dan seperangkat alat musik. Mungkin persiapan itu untuk menyambut puncak acara 27 Juli yang jatuh pada Selasa besok.Seperti diketahui, ketika insiden 27 Juli 1996 meledak, SBY duduk sebagai Kepala Staf Kodam Jaya (Kasdam) atau anak buah dari Pangdam Jaya waktu itu Mayjen Sutiyoso, kini Gubernur DKI Jakarta. Status Sutiyoso saat ini adalah tersangka. Sementara, SBY adalah saksi yang telah dua kali menjalani pemeriksaan saat duduk sebagai menko polkam.Dan suasana depan jalan maupun halaman eks kantor PDI yang mencolok, mengundang perhatian pengguna jalan untuk mencuri pandang beberapa menit pada objek itu.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































