Dengan menurunkan 105 personel dari Polresta Depok dan 7 Polsek di Kota Depok, razia premanisme berkedok ormas itu berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Januari 2012. Demikian keterangan pers yang disampakan Kapolresta Depok Mulyadi Kaharni di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Rabu (11/1/2012).
Menurut Mulyadi, operasi membasmi premanisme ini di lapangan dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Depok Kompol Suratno. Sasaran razia adalah ke teminal, stasiun kereta api, pasar, tempat-tempat berkumpulnya para preman, pos-pos ormas dan tempat-tempat lain yang dianggap rawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sudah sering terjadi bentrokan dan kekerasan sampai menimbulkan korban luka dan mati akibat terkena sajam dalam bentrokan ormas-ormas tersebut,” tegas Mulyadi.
Dilanjutkannya, operasi penertiban ini adalah perintah langsung dari Polda Metro Jaya kepada Polresta Depok. Mulayadi tak menampik adanya ormas-ormas yang disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk dijadikan payung dalam melakukan aksi kejahatan.
“Ada indikasi kuat, ormas digunakan oleh anggotanya dan simpatisannya untuk melindungi para preman dalam melakukan aksinya. Semua unsur masyarakat yang melakukan tindakan anarkis adalah sasaran dari razia ini,” papar Kapolresta Depok yang akhrab dengan para juru warta ini.
Ditambahkannya, semua pihak yang melanggar ketentuan hukum akan ditindak tegas. Sementara mengenai aksi premanisme yang terjadi hari Senin (10/1/2012) yakni kekerasan dengan pedang kepada seorang penjaga pintu perumahan di kawasan Cinere, polisi masih mengejar pelakunya.
“Ternyata itu korbannya salah sasaran. Sekarang korbannya luka parah dan terpaksa diopname di rumah sakit,” ujar Mulyadi.
(nwk/nwk)










































