Banggar DPR sebagai badan pembahasan anggaran DPR dan pemerintah memang terus mendapat sorotan publik setelah anggota Banggar yang juga mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin terlibat kasus suap Kemenpora.
Selanjutnya empat pimpinan Banggar yakni Tamsil Linrung (PKS), Mirwan Amir (PD), Melchias Mekeng (Golkar), dan Olly Dondokambey (PDIP) diperiksa KPK secara bersamaan. Sejumlah anggota Banggar seperti Angelina Sondakh, I Wayan Koster, juga ikut diperiksa KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi ironisnya tanpa pengetahuan publik, Banggar DPR justru mendapatkan ruang rapat baru. Ruang rapat yang dibangun sejak Desember 2011 ini memiliki nilai lelang Rp 20 miliar, sangat besar.
"Ini namanya DPR menipu rakyat. Mereka membatalkan gedung baru tapi memotong-motong proyeknya jadi kecil-kecil. Sekarang mereka merenovasi toilet,parkiran, dan Banggar DPR, saya yakin berikutnya ada lagi yang akan direnovasi sampai 2014. Dan perlu jadi catatan, DPR khususnya Banggar ini tengah jadi sorotan," kritik Direktur Lima Indonesia, Ray Rangkuti.
Anggota Banggar DPR punya ruang rapat baru di Gedung Nusantara II DPR. Anggaran pembangunannya fantastis, rumornya mencapai Rp 20 miliar.
Ruang rapat baru Badan Anggara DPR telah dilelang pada bulan Oktober 2011. Perkiraan harga proyek keseluruhan Rp 20.370.893.000.
Berdasarkan pengumuman lelang Setjen DPR dengan kop "PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM Nomor : 523111/MUM_U/BANGGAR/03/GP/2011", proyek ini masuk tahu anggaran 2011.
Pembangunan ruang baru Banggar tidak banyak yang tahu karena dilaksanakan pada masa reses DPR, periode Desember 2011. Dan saat anggota Banggar DPR memasuki masa sidang baru, anggota Banggar DPR akan menempati ruangan baru.
(van/gah)











































