"Pemerintah sangat lamban, tidak cepat mengambil langkah keputusan politik pembangunan," kata Tjahjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2012).
Menurut dia, pemerintah sebaiknya tidak menggunakan pendekatan seperti di Papua untuk menyelesaikan masalah di Aceh. Pemerintah diminta tidak lagi membentuk Satgas.
"Cukuplah intelijen dikoordinasikan oleh Menko Polhukam. Jangan sampai Pilkada jadi pintu masuk menjadikan Aceh tidak aman lagi.
Tjahjo juga meminta Pemerintah tidak terlalu cepat mengambil keputusan bahwa sejumlah penembakan yang terjadi negeri Serambi Makkah itu adalah kriminal murni tanpa ada telaah dari intelijen.
"Kalau ada yang katakan indikasi Pilkada itu momentum untuk meresahkan masyarakat, saya kira harus kita cermati, telaah intelijen harus jelas," imbuhnya.
(her/aan)











































