"Pasti penjagaan aparat kopolisian dan TNI ditingkatkan, tetapi bukan berarti itu menjadi suatu keadaan darurat," ujar Menko Polhukam, Djoko Suyanto, di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Selasa (10/1/2012).
Djoko menegaskan tidak ada peningkatan status kemanan di Aceh. Namun, dia meyakini eskalasi gangguan keamanan yang belakangan terjadi, seperti penembakan orang yang tidak dikenal, tidak terlepas dari proses tahapan Pilkada yang sedang berlangsung. Presiden, katanya, juga memberikan perhatian mendalam terhadap kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjur Djoko berharap rakyat Aceh agar saling menjaga satu sama lain.
"Untuk tidak kembali ke masa lalu, terjadi perusakan fasilitas umum, perusakan kepentingan orang yang lebih banyak, listrik itu kan kepentingan orang banyak, janganlah kita mengorbankan kepentingan keompok dan pribadi mengorbankan kepentingan masyarakat," ujarnya.
(lrn/gah)











































