"Jangan ada hujan, ada lubang, ada proyek. Perlu ada perubahan paradigma. Ada hujan, jalan mulus," jelas Taufik di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2012).
Menurut Taufik, jalan berlubang di kala hujan ini sebetulnya persoalan klasik. Setiap musim penghujan selalu saja muncul masalah kerusakan jalan, dan kondisi ini selalu berulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik tegas meminta agar Kementerian PU benar-benar memperhatikan persoalan ini secara serius. "Toh sudah ada peta langganan banjir. Saluran air di pinggir jalan juga harus dibenahi supaya tidak banjir dan tidak merusak jalan," tuturnya.
Sebelumnya, di ruas jalan umum seperti Jl Gatot Subroto dan Jl MT Haryono Jakarta mulai marak jalan berlubang. Jalan ini mengganggu kenyamanan para pengendara. Jalan berlubang semakin mengkhawatirkan dan membahayakan kondisinya kala musim penghujan.
Juga, pada Minggu (8/1/2011) dan Senin (9/1/2011) kemarin, detikcom menyusuri Tol Jagorawi, Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), Tol Cikampek hingga Tol Purbaleunyi. Hasilnya, tak ada ruas tol itu yang benar-benar bebas dari lubang. Padahal, seharusnya jalan tol benar-benar dicegah agar tidak berlubang, karena jalan itu dilewati kendaraan berkecepatan tinggi.
Di Tol Jagorawi, jalan berlubang ditemukan di KM 10 hingga 09 dari arah Cibubur menuju Jakarta. Meski lubang-lubang masih kecil, namun apabila tidak segera diperbaiki lubangnya menjadi membesar dan bisa membahayakan pengendara.
Setelah pintu Tol Pasar Rebo ke arah Tol Cikampek via Tol JORR, lubang-lubang besar dan memanjang tampak mengerikan. Ini terlihat di jalan layang dan menikung ke arah Tol Cikampek, hanya sekitar 200 meter dari pintu Tol Pasar Rebo.
(ndr/vit)











































