"Saya kira itu perorangan. Tidak perlu melibatkan institusi Banggar. Jadi kalau dirasa ada masalah, ya itu pribadi, KPK bisa periksa perorangan, personal saja. Kita welcome saja kalau KPK mau periksa anggota Banggar," jelas Anis, Selasa (10/1/2012).
Anis menjamin DPR tidak akan melindungi siapa 'pemain' di Banggar bila ada. DPR bahkan mendorong KPK segera membuka siapa saja yang bersalah, namun yang penting jangan melakukan politisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum lari ke luar negeri, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) Muhammad Nazaruddin sempat banyak cerita kepada teman-temannya di PD, salah satunya Ruhut Sitompul. Salah satu yang diceritakan termasuk masalah beberapa pemain besar di Banggar DPR.
"Karena sebelum beliau ke luar negeri. Dia menyebut ada fraksi-fraksi lain di DPR dan dia bilang nggak ada apa-apanya. Sampai dia menyebut rankingnya. Jadi dia sudah mulai nyanyi, ada beberapa empat pemain besar di Banggar DPR," tutur teman dekat Nazaruddin di PD, Ketua Divisi Kominfo PD, Ruhut Sitompul.
(ndr/vit)










































