"PAN memutuskan Bang Hatta sebagai Capres itu berdasarkan perhitungan yang rasional, serta doa kepada Allah dan ikhtiar. Rasionalitas ini berbasis survei internal yang terus menerus kita lakukan. Ada survei berdasarkan media, ada survei terhadap persepsi politik masyarakat. Hasilnya positif," tutur Dradjad kepada detikcom, Selasa (10/1/2012).
Menurut Dradjad, survei PAN dilakukan secara presisi. Dengan tujuan mendapat gambaran popularitas Hatta secara uruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ada lembaga publik yang menyebut popularitas Hatta naik, bukan hal baru bagi PAN. Menurut Dradjad, capaian Hatta di Kemenko Perekonomian dinilai menunjang popularitas Hatta.
"Jadi ketika ada lembaga di luar PAN yang menyebutkan Bang Hatta sebagai capres terpopuler, kami pengurus DPP PAN tidak kaget. Ya memang begitulah adanya. Karena survei media yang kami lakukan juga memberikan hasil yang sama. Pencapaian di bidang ekonomi ikut membantu popularitas dan elektabilitas bang Hatta," paparnya.
Namun masih banyak Pekerjaan Rumah PAN ke depan. Mengingat target mencapai dua digit dalam pemilu 2014 bukan hal yang mudah.
"Tahun 2012 bagi PAN adalah tahun bekerja, bekerja dan bekerja. Popularitas Bang Hatta menjadi salah satu modal besar PAN untuk menghadapi pemilu dan pilpres 2014. Masih banyak PR bagi PAN, seperti pemantapan infrastruktur partai sampai ke bawah betul, implementasi program-program pro rakyat, dan seterusnya," tandasnya.
(van/mad)











































