Al Zaytun Boikot Pilpres Ulang
Minggu, 25 Jul 2004 11:31 WIB
Indramayu - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun memboikot pencoblosan ulang Pemilu Presiden yang digelar, Minggu (25/7/2004). Menjelang 2 jam penutupan, tak satu pun santri, karyawan atau pun ustad Al Zaytun yang mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS). TPS untuk pencoblosan ulang didirikan di luar komplek Ponpes Al Zaytun. Tepatnya di sebuah lapangan bekas sawah di seberang Ponpes di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jarak TPS sekitar 1 kilometer dari gerbang utama Ponpes pimpinan Panji Gumilang itu.Ada 10 tenda terbuka didirikan di lapangan tersebut untuk menampung 39 TPS. Jumlah pemilih yang terdaftar sebanyak 11.500 orang. TPS telah dibuka sejak pukul 07.00 WIB Minggu (25/7/2004). Namun hingga pukul 11.20.WIB tak satu pun pemilih yang datang. Saksi yang datang pun hanya dari capres Susilo Bambang Yusdoyono (SBY)- Jusuf Kalla. Saksi dari capres Megawati-Hasyim Muzadi yang sebelummya telah menyatakan akan datang, ternyata tak hadir.Lapangan hanya dipenuhi wartawan, petugas PPS dan PPK. Tak kurang anggota KPU Pusat Anas Urbaningrum, seluruh anggota KPUD Jabar dan KPUD Indramayu serta Deputi Direktur Cetro Hadar Gumay juga hadir untuk menyaksikan acara tersebut.Warga Al Zaytun yang ditemui detikcom mengaku sengaja tak menghadiri pencoblosan ulang itu karena merasa pencoblosan 5 Juli 2004 lalu sudah sah. "Kan kemarin pas 5 Juli sudah dilaksanakan dan sudah dinyatakan sah," kata salah seorang santri yang ditanya detikcom.Pemilu ulang di Al Zaytun merupakan keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 15 Juli lalu yang dihadiri oleh KPU Jawa Barat, KPU Indramayu, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gantar dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu).Rapat Pleno memutuskan terbukti ada pelanggaran administratif dalam proses pendaftaran calon pemilih tambahan di pondok pesantren terbesar di Asia Tenggara itu.
(iy/)











































