"Polisi cenderung baru bergerak setelah ada kasus. Seharusnya polisi melakukan patroli, jadi jangan reaktif," ujar Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna kepada detikcom, Selasa (10/1/2011).
Yayat mencermati beberapa kasus perampokan yang terjadi. Mayoritas perampok menyasar minimarket yang berada di pinggir kota. Walau ada juga yang terjadi di pusat kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yayat pun meminta pengusaha minimarket melengkapi sistem keamanan dengan baik. Apalagi jika beroperasi 24 jam, tentunya standar keamanan harus lebih baik dari toko-toko biasa. Jika tidak bisa memenuhi standar keamanan, pemerintah daerah diminta tidak mudah memberikan izin.
"Di luar negeri itu pintu bisa menutup otomatis jika ada perampokan. Lalu ada sistem alarm dan CCTV yang bisa memantau kondisi toko. Lalu apakah minimarket sudah punya konektivitas ke polisi, dimana jika ada kejadian, polisi bisa langsung bergerak? Standar keamanan itu penting," tutupnya.
(rdf/lia)










































