"Ini bukan tren baru, perampokan seperti ini sudah terjadi sejak lama. Hanya saja dulu sasarannya adalah warung milik warga sekarang karena banyak minimarket akhirnya berganti sasaran," terang Kriminolog, Muhammad Irvan Olii, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (10/1/2012).
Irvan mengatakan, sebenarnya kasus perampokan seperti ini tidak perlu ditanggapi berlebihan. Karena menurutnya itu bukan suatu fenomena dalam dunia kriminal yang sedang naik atau turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, lanjut Irvan, serentetan kasus seperti ini hendaknya menjadi perhatian para pengusaha wara laba untuk meningkatkan sistem keamanan mereka. Selain itu perlu dikaji pula apakah perlu semua minimarket buka 24 jam sementara pembelinya belum tentu selalu ada.
"Karena kalau tidak bisa siapkan tenaga keamanannya. Karena ini kan usaha besar, bukan seperti warung zaman dulu dimana masyarakat merasa memilikinya," tambah Irvan.
Selain itu dia juga menyarankan agar ketika membangun tempat usaha ini, lokasi juga menjadi pertimbangan. Jangan sampai dalam satu kawasan terdapat 3 jenis minimarket.
Dia menduga tujuan perampokan seperti ini hanya mencari keuntungan sesaat. Namun karena pembangunan waralaba yang sangat pesat seolah-olah kasus ini menjadi booming. Selain itu Irvan juga melihat para pelaku ini adalah orang-orang yang berasal dari kelompok dadakan atau sesaat.
"Jadi ini belum tentu terorganisir," tandasnya.
(lia/rdf)










































