Cegah Flu Burung, Unggas Liar di Pemukiman Warga Di-sweeping

Cegah Flu Burung, Unggas Liar di Pemukiman Warga Di-sweeping

- detikNews
Selasa, 10 Jan 2012 08:02 WIB
Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak ingin kecolongan untuk kedua kalinya dalam mengantisipasi penyebaran wabah flu burung di ibukota. Hari ini, Dinas Kelautan dan Perikanan kembali menyisir unggas-unggas liar yang ada di lingkungan perumahan warga.

"Kita akan arahkan sweeping ke unggas-unggas yang berkeliaran di sekitar pemukiman warga," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov DKI Jakarta, Ipih Ruyani, kepada detikcom, Selasa (10/1/2012).

Sweeping ungggas hari ini akan dilakukan di tiga lokasi, yaitu di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Termasuk pula di Jakarta Utara, yang menurutnya masih menjadi fokus perhatian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kan di pemukiman itu sebenarnya nggak boleh ada unggas yang berkeliaran. Kalau pun peliharaan sendiri, harus disertifikasi dan dirawat ketat," katanya.

Untuk kawasan pasar tradisional atau tempat penampungan ayam sendiri, pihaknya belum berencana melakukan penyisiran. Karena menurutnya kalau unggas untuk dipasarkan biasanya ketika datang dari luar Jakarta akan langsung dipotong.

"Sehingga kemungkinan (terjangkit flu burung) itu kecil," jelasnya.

Sweeping kali ini akan dilakukan serentak sejak pagi hari. Tim dari tiap Suku Dinas akan langsung memimpin sweeping unggas ini.

"Fokus kita ke lingkungan warga karena kan penyakit itu sifatnya mobile," tambah wanita berkerudung ini.

Ipih membantah jika kasus yang terjadi di Jakarta Utara adalah satu kecolongan. Karena menurutnya, sebelum kejadian ini pun pihaknya selalu melakukan sweeping rutin pada unggas liar di pemukiman warga.

"Tapi tentu agar hasilnya lebih intensif butuh kerja sama dengan kelurahan," tandasnya.

Untuk sweeping tahap awal di Jakarta Utara pada Senin (9/1) kemarin, dari 31 sampel unggas yang diteliti yaitu entoq, ayam, angsa dan burung merpati, semuanya dinyatakan negatif suspect flu burung. Meski demikian lanjutnya, dinas akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan.

(lia/rdf)


Berita Terkait