Kisah Protokoler Sambut Menteri dengan Sepatu Pinjaman di Sambas

Kisah Protokoler Sambut Menteri dengan Sepatu Pinjaman di Sambas

- detikNews
Selasa, 10 Jan 2012 03:46 WIB
Kisah Protokoler Sambut Menteri dengan Sepatu Pinjaman di Sambas
Jakarta - Pergi bawa tas ransel, pulang bawa tas kresek hitam. Pergi pakai sepatu pantofel, pulang pakai sandal jepit. Begitulah kisah seorang protokol Menko Kesra Agung Laksono, Sukardi (39).

Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara ini kehilangan tas ranselnya saat tiba di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupateng Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (6/12/2012) lalu.

"Saya titip tadi sama bapak-bapak di gedung serbaguna. Pas balik lagi tasnya nggak ada. Nanya bapaknya katanya masih ada di situ," kata Kardi, Sabtu (7/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat tasnya sudah tidak ada di tempat semula, Kardi pun bingung bukan kepalang. Baju dinas, sepatu, pasport, telepon seluler, dan baju-bajunya semua ada di tas hitam tersebut.

Sebagai seorang protokol Menko Kesra, Kardi juga harus menyambut Agung Laksono yang akan datang ke Camar Bulan dalam acara peresmian pembangunan Camar Bulan. Dalam penyambutan itu, Kardi tentu harus mengenakan pakaian rapi dan bersepatu. Namun naas, hingga Sabtu (7/1) pagi, tak seorang pun tahu keberadaan tas hitam itu.

"Bagaimana ini saya nggak ada sepatu. Saya dicariin Pak Menko nanti. Sampai di Jakarta bisa diomelin," keluhnya.

Kardi bercerita saat tiba di Camar Bulan, kondisinya memang sangat lelah. Apalagi setelah melewati jalan yang buruk sepanjang 48 KM dengan menumpangi motor. Ia menitipkan tasnya ke seorang bapak tua untuk mencari rekan-rekannya yang lain.

Setibanya kembali ke gedung serbaguna, tas dan bapak tua yang dititipkan tas itu sudah tak ada. Ia pun mencari-cari bapak tersebut dan akhirnya bertemu. Namun saat ditanyakan ke bapak tua itu perihal tasnya, bapak tua itu mengaku tetap menaruh tas itu di tempat semula. Warga Camar Bulan memang dikenal jujur dan polos. Warga sekitar mengaku tas itu mungkin salah dibawa seseorang.

"Kalau gue bisa pulang, gue pulang dah," ujarnya.

Dari pagi, Kardi yang tampak suntuk inipun terus mencari pinjeman sepatu. Tapi tak satu pun sepatu ia dapatkan. Hingga akhirnya ia harus meminjam sepatu Kabag Humas Kemenko Kesra, Tito Setiawan. Beruntung sepatu itu akhirnya pas di kaki Kardi.

Acara penyambutan Menko Kesra pun berhasil dilakukan. Tapi akhirnya Kardi pulang ke Jakarta dengan mengenakan sandal jepit dan tas kresek warna hitam.

Serupa tapi tak sama seperti yang Kardi alami. Staf Humas Kemenko Kesra, Taufik Rakhman (28), yang kehabisan baju saat pulang. Kondisi perjalanan yang terus-terusan hujan dan penuh lumpur, membuat Taufik pulang hanya mengenakan celana pendek untuk tidur dan kaos oblong dengan sandal jepit.

"Tinggal ini bajunya," ujar Taufik.

(gus/lia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait