"Kita pahami bahwa ada peredaran senjata gelap yang dimiliki kelompok tertentu. Itu memang kita waspadai," kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (9/1/2012).
Menyinggung senjata api milik mantan anggota separatis, Agus Suhartono tidak menutup kemungkinan bahwa senjata itu yang digunakan pelaku penembakan. Namun dia mengaku tidak tahu pasti ada berapa banyak yang belum diserahkan kepada TNI untuk dimusnahkan sebagaimana disepakati dalam perjanjian Helsinski.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana dengan kemungkinan senjata api itu berasal dari gudang TNI di NAD? "Saya pikir tidak, kita selalu mengawasi gudang senjata TNI," kata Panglima TNI.
(lh/nvt)











































