TNI Waspadai Peredaran Senjata di Aceh

TNI Waspadai Peredaran Senjata di Aceh

- detikNews
Senin, 09 Jan 2012 17:22 WIB
Jakarta - Senjata api yang digunakan dalam penembakan di NAD diduga senjata yang beredar gelap. Di sisi lain ada kemungkinan senjata itu milik mantan anggota kelompok separatis yang belum diserahkan untuk dihancurkan sesuai isi perjanjian Helsinski.

"Kita pahami bahwa ada peredaran senjata gelap yang dimiliki kelompok tertentu. Itu memang kita waspadai," kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (9/1/2012).

Menyinggung senjata api milik mantan anggota separatis, Agus Suhartono tidak menutup kemungkinan bahwa senjata itu yang digunakan pelaku penembakan. Namun dia mengaku tidak tahu pasti ada berapa banyak yang belum diserahkan kepada TNI untuk dimusnahkan sebagaimana disepakati dalam perjanjian Helsinski.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenyataannya kita masih dapati ada senjata yang beredar di luar. Kita awasi itu untuk mengeliminir kekuatan yang menggunakan senjata-senjata itu, caranya dengan razia oleh Polri dan pencegahan dini," tuturnya.

Bagaimana dengan kemungkinan senjata api itu berasal dari gudang TNI di NAD? "Saya pikir tidak, kita selalu mengawasi gudang senjata TNI," kata Panglima TNI.

(lh/nvt)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads