Budi Santoso enggan berkomentar saat meningalkan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2012) pukul 14.40 WIB.
Ia memilih langsung masuk ke mobilnya, BMW silver yang telah siap dengan mesin menyala di depan pintu depan kantor KPK. "Baik-baik saja. Nanti saja," jawab Budi singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi Santoso saat menjadi saksi di persidangan, menyatakan bahwa perusahaannya mengajukan kredit berjangka ke Bank Artha Graha yang pencairannya dalam bentuk cek pelawat. Cek itu diserahkan ke Ferry Yen alias Suhardi S, selaku rekan bisnis kebun sawit di Sumatera. Ferry Yen meninggal dunia.
Belakangan, cek pelawat itu telah berpindah tangan ke istri mantan Wakil Kepala Polri, Komjen (Purn) Adang Daradjatun, Nunun Nurbaeti, dan disalurkan oleh orang terdekatnya, Ahmad Hakim Safari alias Arie Malangjudo ke puluhan anggota DPR 1999-2004.
Selain Budi, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Arie Malangjudo dan Hendi Lukman.
(fjr/aan)










































