"Korban dibacok di bagian leher dan tengkuk. Ia langsung tewas di lokasi kejadian," kata Kapolsek Cilincing, Kompol Tuhana, kepada detikcom, Senin (9/1/2012).
Tuhana mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu Redy sedang membocengkan Dewi. Niatnya, Redy akan mengantarkan Dewi pulang ke rumahnya di kawasan Cilincing. Malam itu Redy melintas di Jalan Rorotan yang sepi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melintas di kawasan itu, Redy dipepet tiga orang yang mengendarai satu sepeda motor. Salah seorang pengendara menarik Dewi, hal ini membuat Redy menghentikan motornya. Begitu motor berhenti, dua pelaku mengeroyok Redy. Redy melawan, namun para perampok itu malah menghabisi Redy dengan cara membacoknya.
"Yang wanita tidak diapa-apakan oleh para pelaku," sambung Tuhana.
Anehnya, para pelaku perampokan itu hanya menukar motor yang mereka gunakan dengan motor Redy. Motor bebek merah yang semula dipakai pelaku ditinggal begitu saja di lokasi perampokan. Ketiganya lantas menaiki sepeda motor Satria yang digunakan Redy untuk kabur.
"Seperti tukar motor saja, mereka meniggalkan motornya begitu saja," lanjut Tuhana.
Tuhana menduga para pelaku itu meninggalkan motornya karena terburu-buru. Mereka diduga panik karena Redy tewas akibat pembacokan itu. "Mungkin mereka terburu-buru jadi langsung kabur," ucap Tuhana.
(nal/nvt)











































