Menteri PU: Badan Pelaksana JSS Tak Bisa Seperti BPLS

Menteri PU: Badan Pelaksana JSS Tak Bisa Seperti BPLS

- detikNews
Senin, 09 Jan 2012 14:51 WIB
Jakarta - Tantangan yang dihadapi dalam proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), jauh lebih kompleks dibanding lumpur Lapindo di Porong, Jawa Timur. Maka pemerintah sangat berhati-hati dalam mempersiapkan pembentukan badan pelaksana pembangunan jembatan yang akan menghubungan Pulau Jawa dengan Sumatera.

"Badan pelaksana sedang didesain seperti apa bentuknya, tidak bisa seperti BPLS untuk kasus Lapindo. Tidak bisa sembarangan, sebab masalahnya lebih kompleks," kata Menteri PU, Djoko Kirmanto, kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/1/2012).

Menurut rencana, badan pelaksana sudah harus terbentuk pada pertengahan awal tahun ini. Maka masih tersedia cukup waktu bagi pemerintah untuk melakukan rekrutmen dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian agar pengerjaan mega proyek tersebut benar-benar sukses.

"Ini baru satu bulan. Harapan saya sudah dikerjakan oleh Wamen PU bersama Dirjen Bina Marga, saya belum dapat laporan saja," urai Djoko.

Meski peletakan batu pertama proyek Jembatan Selat Sunda baru akan dilakukan pada 2013, namun badan pelaksananya sudah harus terbentuk tahun ini. Maklum tugas dari badan tersebut cukup vital, seperti menjalin kontrak dengan rekanan kontraktor pelasana jembatan yang akan menjadi salah satu terpanjang di dunia tersebut.

Sejauh ini kajian dan desain jembatan sedang dimatangkan oleh tim yang terdiri dari para tenaga ahli kontruksi dalam negeri. Tantangan yang dihadapi mulai dari panjangnya jarak bentangan, kedalaman laut, derasnya arus, jalur pelayaran yang padat, hingga risiko geologis mengingat lokasinya berdekatan dengan Anak Krakatau yang merupakan gunung berapi aktif plus pergeseran lempeng.

(her/lh)


Berita Terkait