Pantauan detikcom, Pong terlihat membawa korek kuping raksasa berukuran 50 cm yang terbuat dari bambu berdiameter 5 cm, yang di ujung-ujungnya berkapas. Kali ini Pong tak beraksi sendirian, dia ditemani mantan anggota DPR Permadi dan 9 orang lainnya.
Ada sekitar 5 korek kuping raksasa yang mereka bawa, selain berbahan bambu, juga ada yang berbahan pipa paralon dan mereka beraksi di depan gerbang DPR, Senayan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (9/1/2012) sejak pukul 13.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini maksudnya korek kuping ini biar pemerintah dan DPR mendengarkan keluhan rakyat. Saya juga bawa kacamata, ada 2 kacamata baca berukuran normal biasa, maksudnya agar pemerintah lebih jekas lagi melihat penderitaan rakyat," jelas pemain film "Arisan 2" ini.
Kasus-kasus yang disorot Pong, seperti sengketa lahan di Mesuji dan wilayah lainnya, kasus pencurian sandal jepit, penembakan di Aceh dan sebagainya. Dia menilai reshuffle yang dilakukan Presiden SBY belum ada hasilnya.
"Masa nyolong sandal tuntutannya 5 tahun. Kalau publik tidak bersimpati mungkin bisa kejadian dihukum 5 tahun. Kalau kita lihat sekarang apakah hasil reshuffle sudah terasa hasilnya atau belum. Selama ini saya melihat, belum ada perubahan apapun," jelas Pong yang bersama Permadi memakai kemeja dan celana hitam.
Hingga berita ini dilaporkan pukul 13.45 WIB, Pong dan Permadi masih melakukan demonya.
(nwk/nrl)