"Pasti, tidak hanya Anas, Demokrat pun citranya menurun," keluh Ketua DPP PD, Sutan Bathoegana kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/1/2012).
Menurut Sutan, PD harus belajar dari kasus Nazaruddin. Betapa tidak, katanya, akibat tidak jeli merekrut bendahara umum, PD jadi kena getahnya.
"Makanya ke depan dalam memilih kader harus orang layak, laik, dan amanah," tutur Sutan.
Hasil riset media oleh Developing Countries Studies Center (DCSC) menunjukkan Ketum PAN Hatta Rajasa sebagai kandidat capres paling diberitakan positif oleh media. Sedangkan Ketum PD Anas Urbaningrum, sebaliknya, dia juga kerap disebut media, tetapi karena berita negatif kasus Nazaruddin.
"Citra tokoh paling positif di surat kabar adalah Hatta Rajasa, sedangkan yang paling negatif adalah Anas Urbaningrum," tutur Direktur Riset DCSC, Abdul Hakim, dalam konferensi pers di Kantor DCSC, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (7/1/2012).
Berdasarkan hasil analisis media terhadap 9 tokoh nasional yang dipandang sebagai kandidat kuat capres, pemberitaan positif didominasi Hatta Rajasa (52,9 persen), kemudian berturut-turut Sri Sultan HBX (36,8 persen), Aburizal Bakrie (32 persen), Surya Paloh (29,5 persen), Mega (28,2 persen), Anas Ubaningrum (22,8 persen), Prabowo Subianto (22,5 persen), Sri Mulyani (20,8 persen), dan Ani Yudhoyono (12,8 persen).
Sedangkan berdasarkan intensitas berita negatif, Anas Urbaningrum menduduki kursi teratas dengan (3,5 persen), dilanjutkan Sri Mulyani (2,2 persen), Megawati Soekarnoputri (0,7 persen), Aburizal Bakrie (0,6 persen), Ani Yudhoyono (0,4 persen), Hatta Rajasa (0,5 persen), Prabowo (0,3 persen), Sri Sultan HBX (0 persen), dan Surya Paloh (0 persen).
(van/lrn)











































