Tung..Itung..Itung Suara Manual
Sabtu, 24 Jul 2004 08:44 WIB
Jakarta - Meski sudah ada gambaran hasilnya, perhitungan suara manual Pilpres putaran pertama tetap bikin deg-degan. Siapa tahu ada kejutan. Tung..itung..itung..KPU menggelar 3 hari perhitungan manual. Hari pertama pada Sabtu (24/7/2004) berlangsung pukul 10.00 WIB di Jakarta Convention Center (JCC) Hotel Hilton Jakarta.Hari kedua, Minggu 25 Juli 2004 berlangsung di Ballroom Hotel Hilton pukul 19.00 WIB. Rekap hari ketiga, Senin 26 Juli 2004, pindah lagi ke Libra Room Hotel Hilton pukul 10.00 WIB.Berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilpres putaran pertama dari provinsi akan dibuka. KPU Provinsi menyerahkan isi laporan dalam amplop tertutup dan tersegel. Jadi KPU belum tahu isinya.Mungkin saking penasarannya, atau memang mau membuat move, atau sekadar bikin heboh, sebuah SMS liar beredar. Isinya: "Pasangan Wiranto-Wahid mengungguli pasangan Mega-Hasyim dengan selisih 0,7 persen dalam rekapitulasi penghitungan suara manual. Hal ini disampaikan anggota KPU Mulyana W Kusumah dalam sebuah wawancara dengan radio." SMS itu pun dibantah mentah-mentah Mulyana.Perolehan data sementara Tabulasi Nasional Pemilu (TNP) berbicara lain. Data terakhir per pukul 06.03.26 WIB masih menempatkan SBY-Kalla di urutan atas dengan 35.870.158 suara atau 33,57 persen. Disusul Mega-Hasyim dengan 28.075.267 suara atau 26,27 persen.Sedangkan Wiranto-Wahid berada di posisi ketiga dengan 23.721.574 suara atau 22,20 persen. Kemudian Amien-Siswono dengan 15.922.585 suara atau 14,90 persen. Lalu Hamzah-Agum dengan 3.266.067 suara atau 3,06 persen.Benarkan Wiranto-Wahid ternyata mengungguli Mega-Hasyim berdasarkan perhitungan manual? Ini dia yang bikin penasaran. Jika benar, bisa jadi seru. Sebab bayangan lolos ke putaran kedua Pilpres pasti lah sudah tertanam dalam benak Mega-Hasyim. Jika kenyataan bicara lain, apa kira-kira reaksi Mega-Hasyim? Apa pula reaksi Wiranto-Wahid?Akankah terjadi kejutan? Atau hasilnya sama saja dengan TNP? Jadi biar bagaimanapun, perhitungan manual memang tetap menarik untuk disimak. Apalagi cara perhitungan inilah yang sah.Hingga Jumat 23 Juli 2004, baru 28 dari 32 provinsi yang menyerahkan data hasil rekapitulasi manual secara lengkap ke KPU. Yang belum menyerahkan adalah KPU Gorontalo dan Irian Jaya. Sedangkan KPU Jawa Barat dan Papua sudah menyerahkan, tapi belum 100 persen.Ingin melihat langsung perhitungan manual? Sayang, KPU membatasi hadirin. KPU mengundang 2 anggota tim sukses atau tim kampanye capres-cawapres yang mendapat mandat, 7 anggota Panwas Pemilu, dan masing-masing 1 orang dari 39 lembaga pemantau Pemilu terakreditasi.KPU juga mengundang 41 organisasi masyarakat sipil, masing-masing 1 orang. Kemudian wakil dari pemerintah, 4 legislator Komisi II DPR, wakil dari Mahkamah Konstitusi, 14 perwakilan kedutaan besar negara sahabat, anggota KPU Provinsi, dan para wartawan.Selain itu, KPU mengundang 1 anggota KPU Provinsi, terutama ketua Pokja rekap hasil Pilpres. Jadi, bila ada masalah dan temuan soal penghitungan suara di provinsinya, bisa langsung dijelaskan.Bagi yang tidak bisa memantau langsung perhitungan manual, tidak perlu kecewa. Anda bisa mengikutinya melalui berbagai media, termasuk situs kesayangan Anda ini. Asalkan tidak mengandalkan informasi dari SMS liar tentunya.
(sss/)











































