KPK Anggap Survei LSI Soal Pemberantasan Korupsi Sebagai Modal

KPK Anggap Survei LSI Soal Pemberantasan Korupsi Sebagai Modal

- detikNews
Minggu, 08 Jan 2012 18:14 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan perspesi publik atas kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi menurun. KPK akan menjadikan hasil riset itu sebagai modal untuk meningkatkan kinerja dan capaian di masa mendatang.

"Ini akan bermanfaat kalau dilaksanakan secara tepat. Kami meyakini survei ini dilakukan dengan metodologi bagus dan integritas baik," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, menanggapi hasil survei LSI di kantor LSI, Jl Lembang Terusan, Menteng, Jakpus, Minggu (8/1/2012).

Hasil survei menunjukkan persepsi publik terhadap kinerja pemerintah dalam pemberantasan korupsi menurun dari 52 persen (Desember 2010) menjadi 44 persen (Desember 2011). Sementara dengan jarak waktu yang sama, persepsi publik terhadap kinerja KPK dalam hal yang sama juga menurun dari 61 persen menjadi 49 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak menyalahkan media massa, Bambang menilai, penurunan persepsi kinerja KPK dipengaruhi pemberitaan media yang mayoritas meliput penindakan. "Kalau coverage media diletakkan di sana, hasil survei ini mengkonfirmasi," kata Bambang yang berpenampilan santai dengan kaos berkerah ini.

Sebaliknya, lanjut Bambang, jarang sekali pemberitaan media tentang sistem pemberantasan korupsi di Indonesia yang baik. Dia menyebutkan Indonesia menjadi salah satu negara yang direview karena menggunakan United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

"Vietnam bahkan secara diam-diam mengadopsi sistem kita yang menyatukan penindakan dan penuntutan," ujar Bambang.

Di hasil survey yang LSI lakukan pada 8-17 Desember 2011, hanya 38,5 persen dari 1220 sample responden yang dipilih secara multistage random sampling mempersepsi KPK bersih dari korupsi. Peneliti LSI, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan survei didanai oleh Yayasan Pengembangan Demokrasi Indonesia, yang selama ini menaungi lembaga riset tersebut.

(lrn/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini