Keluarga Minta Penyebab Kematian Tarlem di Jordania Diusut

Keluarga Minta Penyebab Kematian Tarlem di Jordania Diusut

- detikNews
Minggu, 08 Jan 2012 17:32 WIB
Jakarta - Jenazah Tarlem binti Unus( 44) warga Desa Krajan, RT 3/1, Desa Sukaraji, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang tewas di Jordania, tiba di cargo Bandara Soekarno-Hatta. Keluarga meminta agar penyebab kematian Tarlem diusut.

Suami Tarlem, Awes (44) mengatakan, istrinya telah bekerja di Jordania selama 11 bulan. Meninggalnya Tarlem diketahui dari informasi yang diberikan Disnaker Subang pada 14 Desember 2011.

"Petugas Disnaker datang ke rumah saya membawa surat dari Kemenlu yang menyatakan bahwa istri saya sudah meninggal ada 24 November 2011. Tapi tidak disebutkan penyebabnya apa," ujarnya kepada wartawan di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (8/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awes curiga dengan kematian istrinya, sebab komunikasi dengan istri terputus sejak tanggal 13 November 2011.

"Awalnya komunikasi kita lancar. Tapi memasuki bulan ke 15, Tarlem minta supaya saya tidak sering menghubunginya karena majikan suka marah. Lalu gaji Tarlem mulai tidak lancar, setiap dia minta 4 bulan gaji, yang dikirim majikan ke saya cuma 2 bulan gaji," terangnya.

"Setelah itu saya tidak bisa lagi komunikasi dengar dia karena nomor telepon majikannya sudah tidak aktif," tambah Awes.

Kecurigaannya bertambah setelah pihak BNP2TKI meminta kepada pihak keluarga untuk tidak mengotopsi jenazah Tarlem.

"Alasannya, nanti tambah biaya dan proses pemulangan jenazah jadi lama. Tapi saya jadi curiga, karena kita jadi tidak tahu penyebab meninggalnya Tarlem," kata Awes.

Untuk itu, jenazah Tarlem dibawa ke RSCM Jakarta untuk di otopsi guna memastikan penyebab kematiannya.

Pihaknya meminta bantuan ke pada Migrant Care untuk pendampingan.

"Kalau terbukti ada tanda-tanda penganiayaan, saya akan menuntut pertanggungjawaban ke BNP2TKI. Saya kan menyerahkan langkah selanjutnya ke Migrant Care," tuturnya.

Sementara Staff Advocasy Migrant Care, Elly Anita menyatakan siap mendampingi keluarga almarhum Tarlem untuk melakukan upaya hukum.

"Untuk saat ini upaya yang kita lakukan adalah mengotopsi jenazah, karena kita belum tau penyebab kematiannya," tandasnya.

(gun/gun)


Berita Terkait